Russia, Iran, dan Tiongkok Berusaha Pengaruhi Pemilu AS
📅 Kamis, 01 Agu 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
WASHINGTON - Kantor Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), pada hari Senin (29/7), mengatakan, Russia, Tiongkok dan Iran, merekrut orang AS untuk menyebarkan propaganda yang memajukan kepentingan mereka menjelang pemilihan presiden AS.
"Beberapa warga negara AS secara sadar telah membantu pemerintah asing menyebarkan, mempromosikan, dan menambah kredibilitas pada narasi yang melayani kepentingan aktor asing," kata Kantor Direktur Intelijen Nasional AS dalam pembaruan terbarunya tentang keamanan pemilu.
"Warga negara AS lainnya telah ditipu untuk membantu aktor asing," tambah laporan tersebut.
Dikutip The Straits Times, meskipun pejabat intelijen, yang memberikan keterangan kepada wartawan sebagian besar dengan syarat anonim pada tanggal 29 Juli, tidak menyebut nama-nama kandidat presiden AS, komentar mereka memperjelas mereka yakin Russia sedang mencoba membantu calon dari Partai Republik Donald Trump, sementara Iran berusaha melemahkan pencalonannya.
Menurut laporan tersebut, khususnya, para agen Russia telah berupaya membangun dan menggunakan jaringan "tokoh-tokoh" AS dan Barat untuk "menciptakan dan menyebarluaskan narasi yang pro-Russia".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Para aktor ini berupaya mendukung calon presiden selain memengaruhi hasil pemilihan kongres, merusak kepercayaan publik terhadap proses pemilihan, dan memperburuk perpecahan sosial politik," kata kantor intelijen tersebut.
Badan intelijen AS menemukan Russia berupaya mendukung Trump pada tahun 2016 dan 2020. "Tuduhan tersebut tidak masuk akal," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan pada 30 Juli, seperti dilaporkan kantor berita Interfax.
Mempengaruhi Pemilu
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenai Iran, seorang pejabat AS mengatakan Iran ingin mempengaruhi pemilu seperti yang dilakukannya pada tahun 2020, setelah Trump membatalkan kesepakatan nuklir internasional dengan Teheran dan menjatuhkan sanksi berat terhadap Republik Islam tersebut.
"Iran tidak terlibat dalam tujuan atau aktivitas apa pun yang ditujukan untuk memengaruhi pemilu AS," kata seorang perwakilan Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pernyataan tertulis pada 29 Juli.
"Sebagian besar tuduhan tersebut dicirikan oleh operasi psikologis yang dirancang untuk secara artifisial meningkatkan kampanye pemilu."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian mengatakan dalam jumpa pers rutin di Beijing bahwa negaranya tidak pernah dan tidak akan pernah mencampuri pemilihan presiden AS.
"Pihak AS tidak boleh menyebarkan disinformasi untuk menjelekkan Tiongkok dan tidak boleh menjadikan Tiongkok sebagai isu dalam pemilu AS," ujarnya.
Menurut para pejabat, upaya pembunuhan mantan presiden Trump dan keputusan Presiden Joe Biden untuk menarik pencalonannya telah menjadi bahan bakar dalam narasi pengaruh yang berusaha merusak proses pemilu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!