Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO: Dorongan Baru untuk Pengembangan Vaksin Flu Burung mRNA

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO: Dorongan Baru untuk Pengembangan Vaksin Flu Burung mRNA Doc: ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic
Ket. Ilustrasi - Tabung reaksi berlabel "Flu Burung" dan telur.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) pada hari Senin (29/7) mengumumkan sebuah proyek baru untuk mempercepat pengembangan vaksin di negara-negara miskin untuk infeksi flu burung pada manusia dengan menggunakan teknologi messenger RNA yang mutakhir.

Menurut sumber dari AFP, WHO mengatakan produsen asal Argentina, Sinergium Biotech akan memimpin upaya ini dan sudah mulai mengembangkan kandidat vaksin H5N1.

Seperti dikutip dari The Straits Times, flu burung H5N1 pertama kali muncul pada tahun 1996, namun sejak tahun 2020, terjadi peningkatan eksponensial wabah pada burung seiring dengan semakin banyaknya virus yang menular ke mamalia, termasuk sapi di peternakan AS dan beberapa manusia.

WHO mengatakan hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa virus ini dapat memicu pandemi di masa depan. Sinergium bertujuan membangun bukti konsep dalam model pra-klinis untuk calon vaksinnya.

Setelah data pra-klinis siap, teknologi, bahan dan keahlian akan dibagikan kepada jaringan produsen di negara-negara miskin, sehingga memungkinkan mereka untuk mempercepat pengembangan dan produksi mereka sendiri.

Badan kesehatan PBB mengatakan proyek tersebut akan diluncurkan melalui program transfer teknologi mRNA yang dibuat dengan Medicines Patent Pool (MPP) yang didukung PBB pada tahun 2021, pada puncak krisis Covid-19.

Program tersebut bertujuan membantu negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, yang sangat kurang terlayani selama pandemi ini, untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin mereka sendiri menggunakan mRNA.

Teknologi ini menginstruksikan tubuh untuk memproduksi protein unik yang merangsang respon imun, mengajarkannya untuk bertahan melawan infeksi.

Vaksin mRNA Covid yang dikembangkan dengan cepat membawa perubahan besar selama pandemi Covid-19, namun vaksin ini jugamengungkap kesenjangan vaksin global yang mencolokdan mendorong tuntutan distribusi yang lebih adil di tengah upaya penggunaan teknologi untuk melawan penyakit lain.

"Inisiatif ini menjadi contoh mengapa WHO membentuk program transfer teknologi mRNA," kata kepala badan tersebut, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam sebuah pernyataan.

Program tersebut, yang mencakup 15 mitra manufaktur di negara-negara mulai dari Afrika Selatan, Ukraina, hingga Vietnam, berupaya "mendorong penelitian, pengembangan, dan produksi yang lebih besar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah", katanya.

Dengan demikian, "ketika pandemi berikutnya terjadi, dunia akan lebih siap untuk melakukan respons yang lebih efektif dan adil".

Virus flu burung termasuk di antara virus yang dianggap berpotensi memicu pandemi di masa depan.

WHO mengatakan ada sejumlah vaksin influenza tradisional yang sudah mendapat izin penggunaan pandemik dan berpotensi disesuaikan untuk memerangi H5N1 jika penyakit itu mulai menyebar ke manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.