Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengacu Indikator IMF, Pengelolaan Utang RI Sudah Tidak Aman

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dengan pengelolaan utang yang lebih ketat dan prioritas yang jelas, diharapkan pemerintah dapat menjaga stabilitas keuangan negara dan memastikan pembangunan yang lebih merata dan efektif.

Keseimbangan Fiskal

Diminta terpisah, Manajer Riset Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, mengatakan jika utang terus naik akan berdampak pada berkurangnya cadangan devisa karena digunakan untuk bayar cicilan dan bunga utang luar negeri.

"Kita tahu, cadangan devisa merupakan aset bank sentral fungsinya untuk mendukung nilai tukar mata uang, membayar utang luar negeri dan stabilitas ekonomi," kata Badiul.

Dengan melihat pelemahan rupiah saat ini, ia memperkirakan bank sentral akan menjadikan cadangan devisa untuk menguatkan rupiah. "Pelemahan rupiah akan berakibat pada beban pembayaran utang dalam mata uang asing akan meningkat, dan ini akan menekan cadangan devisa," jelasnya.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu mengambil langkah menjaga kesimbangan fiskal agar tidak selalu bergantung pada utang, seperti pengetatan pengeluaran yang tidak penting dan mendorong peningkatan penerimaan negara.

Kegemaran berutang ini, lanjut Badiul, akan menghambat daya pacu pemerintahan baru kelak. "Pemerintah harus memoratorium utang agar tidak keteteran, terlebih dengan kenaikan utang luar negeri saat ini," katanya.

Ia juga mengimbau pemerintah agar tidak terus-menerus berlindung di balik Undang-Undang Keuangan Negara yang memberikan mandat rasio utang maksimal 60 persen dari PDB dan memandang sebelah mata rasio utang terhadap penerimaan negara, padahal itu yang jadi pertimbangan kemampuan pemerintah membayar cicilan utang dan bunga utang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.