Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Wujudkan Generasi Sehat, BKKBN Edukasi Soal Stunting Menuju Indonesia Emas

📅 Minggu, 28 Jul 2024, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Wujudkan Generasi Sehat, BKKBN Edukasi Soal Stunting Menuju Indonesia Emas Doc: ANTARA/Asmaul
Ket. Kepala BKKBN RI dr. Hasto Wardoyo di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Jawa Timur, Sabtu (27/7/2024).

Kediri - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI memberikan edukasi terkait pencegahan dan penangananstunting sehingga terwujud generasi sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045 di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Jawa Timur.

Hasto Wardoyo mengemukakan pihaknya mempunyai program mewujudkan keluarga yang berkualitas termasuk program Bina Ketahanan Remaja (BKR), untuk meningkatkan bimbingan atau pembinaan tumbuh kembang remaja secara baik dan terarah dalam rangka pembangunan SDM yang bermutu, tangguh, maju dan mandiri.

"Kami punya program Bina Ketahanan Remaja (BKR). BKKBN punya tugas untuk membangun keluarga berkualitas dan fokusnya di situ," katanya saat menghadiri webinar tentang pengenalan, penyebab dan pencegahan stunting menuju terwujudnya generasi sehat dan cerdas, Indonesia Emas 2045 di Pesantren Wali Barokah Kediri, Sabtu.

Hasto menjelaskan tentang pernikahan yang juga bisa terkait dengan edukasi soal stunting. Untuk pernikahan menurut faktor pendidikan, menunjukkan bahwa semakin pendidikan tinggi, seseorang tidak terburu menikah.

Selanjutnya adalah tempat tinggal dimana semakin tinggal di pelosok, yang bersangkutan menikahnyalebih cepat. Sedangkan yang tinggal di wilayah kota dengan keramaian serta hiburan banyak semakin menunda terlebih dahulu untuk menikah.

Yang lain adalah soal kaya atau miskin. Semakin seseorang kaya, bukan keinginan untuk menikah cepat melainkan menunda. Dimungkinkan ingin menikmati dahulu atau dia mencari kekayaan dengan waktu yang panjang.

Ia menyebut, secara nasional pada 2013 ada 2,2 juta pernikahan, sedangkan pada tahun lalu 1,54 juta pasangan melangsungkan pernikahan.

Dijelaskan terkait dengan hubungan antara pernikahan dengan stunting yakni menikah pada usia dini tidak disarankan karena ada risiko menimbulkan banyak masalah, salah satunya mempunyai anakstunting.

Selain itu, saat terjadi pernikahan dini, perempuan yang berusia masih remaja umumnya memiliki tingkat psikologis dan organ reproduksi yang belum matang, sehingga ada risiko.

Dirinya juga mengatakan dukungan dari pesantren juga sangat dibutuhkan untuk terealisasinya program pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
?????
Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri KH Sunarto mengatakan pihaknya terbantu dengan edukasi dari BKKBN termasuk untuk melayani santri sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Harapan kami ilmu yang baru saja disampaikanoleh Kepala BKKBN RI menjadi semangat kami semua untuk hati-hati melayani kebutuhan akan makanan mereka," katanya.

Kegiatan itu juga selain dihadiri jajaran BKKBN RI, juga dari pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), pengurus pesantren, serta para santri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.