Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Indonesia Triwulan II-2024 Diperkirakan Melambat

📅 Rabu, 24 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Indonesia Triwulan II-2024 Diperkirakan Melambat Doc: Sumber: BPS, CORE - KJ/ONES

JAKARTA - Setelah tumbuh 5,11 persen pada triwulan I-2024, beberapa pengamat ekonomi memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2024 bakal melambat. Pelambatan itu karena tidak ada momentum yang bisa mendorong konsumsi terus bertumbuh.

Peneliti Ekonomi dari Celios, Nailul Huda, memperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun ini berkisar di angka 4,8-4,9 persen atau lebih lambat dibandingkan triwulan I, karena pada saat itu ada faktor pendorong yaitu Ramadan.

Huda menerangkan faktor pendorong di triwulan II yaitu Lebaran, tetapi hal itu sudah dirasakan di triwulan. Tahun ajaran baru terjadi di bulan Juli dan libur sekolah juga terjadi akhir Juni hingga awal Juli.

Di sisi lain, daya beli masyarakat tertekan dengan kenaikan harga kebutuhan, termasuk kenaikan dollar yang mendorong imported inflation. Hingga akhir tahun, daya beli masih tertekan, terlebih harga komoditas tidak kunjung stabil.

"Jadi, tahun ini pertumbuhan ekonomi nampaknya di angka 4,85-5,05 persen," kata Huda.

Diminta pada kesempatan lain, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, mengatakan jika tidak dimanipulasi, pertumbuhan ekonomi kita tahun ini di bawah angka 5 persen.

"Kalau tidak dimanipulasi antara 3,5-4 persen," ujarnya.

Dia pun meragukan pertumbuhan ekonomi yang selalu di angka 5 persen. Hal itu malah terkesan sengaja dipertahankan di angka 5 persen, padahal sebenarnya di bawah itu.

Ia juga ragu pada pertumbuhan ekonomi QI bisa mencapai 5,11 persen, sebab sejumlah indikator menunjukkan pelemahan, seperti penjualan mobil dan motor yang masing-masing turun 23 persen dan 4,87 persen pada Q1-2024.

"Bagaimana mungkin ekonomi masih bisa bertumbuh 5,11 persen. Apalagi, pemerintah kerap menerima saja laporan itu tanpa menganalisis kejanggalan datanya. Tahun 2019, misalnya, tidak sedikit lembaga ekonomi internasional yang mempertanyakan laporan pertumbuhan ekonomi kita yang di angka 5,2 persen," katanya.

Produktivitas Rendah

Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Moneter dan Perbankan Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Wasiaturrahma, mengatakan proyeksi ekonomi Indonesia menunjukkan ada pelambatan disebabkan banyak faktor, antara lain adanya eskalasi geopolitik yang belum juga selesai dan ketidakpastian politik di AS dalam menghadapi pemilu yang akan berlangsung 5 November 2024. Untuk mendukung pertumbuhan yang lebih kuat, dia meminta pemerintah membenahi BUMN agar lebih efesien dan profit.

"Sampai 2030 paling juga mentok 5 persen, kecuali BUMN dibenahi karena sumbangan output-nya lebih dari 30 persen terhadap GDP kita. Dan itu perlu kerja keras. Mengharapkan new investment untuk mendongkrak growth berat karena ICOR kita itu sekitar 7," katanya.

Apalagi ekonomi nasional didominasi sektor tradisional UMKM yang produktivitasnya sangat rendah. Makanya, ekonomi nasional mengalami decreasing marginal return on capital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.