Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apakah Binatang Tardigrada Memang Tidak Dapat Dihancurkan?

📅 Rabu, 24 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:

"Tardigrada jelas bukan organisme yang hampir tidak dapat dihancurkan seperti yang diiklankan di banyak situs web sains populer," kata rekan penulis studi Ricardo C Neves, seorang ilmuwan pascadoktoral di bidang biologi di Copenhagen University kepada Live Science.

World Tardigrada Database menyebutkan beruang air ini dapat memiliki panjang antara 0,05 hingga 1,2 milimeter, tetapi biasanya panjangnya tidak lebih dari 1 milimeter. Tubuh tardigrada biasanya hanya terdiri dari 1.000 sel, menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal Arthropod Structure and Development pada tahun 2019. Sebagai perbandingan, tubuh manusia terdiri dari triliunan sel.

Bola Dehidrasi

Sesuai dengan namanya, beruang air hidup di mana saja yang terdapat air cair, menghuni lautan, danau dan sungai air tawar, serta lapisan air yang melapisi lumut dan lumut kerak daratan. Mereka dapat bertahan hidup di berbagai lingkungan, dari ketinggian lebih dari 6.000 meter di pegunungan Himalaya hingga kedalaman laut lebih dari 4.700 meter di bawah permukaan, menurut Animal Diversity Web milik Universitas Michigan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Tidak semua tardigrada hidup di lingkungan ekstrem, tetapi beruang air ini dikenal mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrem yang dapat membunuh sebagian besar bentuk kehidupan lainnya dengan berubah menjadi bola dehidrasi yang dikenal sebagai tun.

Para peneliti telah menemukan bahwa tardigrada dalam kondisi tun dapat bertahan pada suhu serendah minus 200 derajat Celsius dan lebih panas dari 148,9 derajat Celsius, menurut laporan majalah Smithsonian. Mereka juga dapat bertahan hidup dari paparan radiasi, cairan mendidih, dan tekanan hingga enam kali lipat dari bagian terdalam lautan, menurut Science Education Resource Center di Carleton College di Minnesota.

Sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology mengungkapkan bahwa beberapa spesies tardigrada ketika mengalami dehidrasi dapat bertahan dalam perjalanan 10 hari ke orbit rendah Bumi, dan kembali ke Bumi tanpa cedera oleh radiasi ultraviolet Matahari dan ruang hampa.

Baru-baru ini, tardigrada yang dikeringkan telah ditembakkan dari senjata berkecepatan tinggi, melaju hampir 900 meter per detik dan bertahan dari benturan keras sekitar 1,14 gigapascal tekanan. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa beberapa ribu tardigrada berstatus tun yang dibawa dalam misi bulan Israel Beresheet tidak akan bertahan hidup setelah wahana pendarat itu jatuh di Bulan pada 11 April 2019.

"Tekanan kejut dari wahana pendarat yang menghantam Bulan melampaui batas kemampuan tardigrada untuk bertahan hidup. Kami dapat memastikan bahwa mereka tidak bertahan hidup," kata Alejandra Traspas-Muina, yang memimpin penelitian tersebut sebagai mahasiswa PhD di Universitas Queen Mary London, kepada majalah Science.

Meskipun para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, tardigrada memasuki status tun melalui metamorfosis yang dikenal sebagai anhidrobiosis. Bagaimana tepatnya binatang ini melakukannya telah menjadi misteri sejak lama.

Tardigrada pun dapat dihidupkan kembali bahkan setelah puluhan tahun berlalu. Pada tahun 2016, para ilmuwan menghidupkan kembali dua tardigrada dan satu telur tardigrada yang telah berada dalam kondisi kriptobiosis selama lebih dari 30 tahun, lapor Live Science. "Penghidupan kembali dari kondisi tardigrada yang lebih lama mungkin saja dapat dilakukan," tulis Live Science. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Bumi Makin Panas, Bangkit! ...
Luar Negeri
BMKG: Gempa M 7,7 di Mindan...
Ekonomi
Rupiah Masih Tertekan, 8 Ju...
Daerah
Pemkot Solok Luncurkan SPMB...
Olahraga
Alexander Zverev Raih Gelar...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

Gempa Kuat M7,8 Guncang Selatan Filipina dan Sulawesi Utara, Peringatan Tsunami Dikeluarkan

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.