Uruk, Kota Tertua yang Mengalami Urbanisasi
📅 Selasa, 23 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ ESSAM AL-SUDANI
Perpindahan penduduk berupa urbanisasi dan migrasi pernah terjadi pada zaman kuno di Mesopotamia. Sebagian berpendapat bahwa hal ini hanya masalah kelebihan populasi, sementara yang lain menunjuk pada penggunaan lahan yang berlebihan.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari luar kota atau desa ke kota. Biasanya orang mereka yang melakukan urbanisasi bertujuan untuk meningkatkan taraf hidupnya atau mendapatkan penghidupan lebih baik di kota.
Pada era peradaban Mesopotamia kuno, urbanisasi terjadi pada Periode Uruk antara 4300-3100 SM. Namun alasan apa masyarakat berpindah dari pedesaan ke perkotaan sampai sekarang para ilmuwan masih belum sepakat.
Namun, diperkirakan bahwa desa yang sangat makmur dan efisien menarik perhatian suku-suku lain yang kurang makmur. Mereka kemudian bergabung dan menjadi penduduk di wilayah pemukiman yang memiliki ekonomi lebih baik.
Perancang kota dari Amerika Serikat, Lewis Mumford, dalam buku The Natural History of Urbanization (1956) menuturkan meskipun desa-desa permanen hanya ada sejak zaman Neolitikum, kebiasaan menggunakan gua-gua untuk melakukan upacara-upacara magis secara kolektif tampaknya sudah ada sejak periode sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Garis besar kota sebagai bentuk luar dan pola kehidupan internal dapat ditemukan dalam kumpulan-kumpulan tersebut," kata Mumford, seraya menerangkan bahwa proses ini kemudian memunculkan pusat-pusat berpenduduk padat yang kemudian dikenal sebagai "kota".
Sejarawan Helen Chapin Metz dalam buku A Country Study (2016) mengusulkan bahwa pertumbuhan kota-kota di Mesopotamia merupakan hasil dari penduduk yang berjuang untuk mengatasi tantangan lingkungan. Kehidupan beradab yang muncul di Sumeria dibentuk oleh dua faktor yang saling bertentangan yaitu ketidakpastian Sungai Tigris dan Efrat, yang sewaktu-waktu dapat melepaskan banjir dahsyat yang menyapu bersih seluruh penduduk.
Kesuburan lembah-lembah sungai yang ekstrem disebabkan oleh endapan tanah yang telah berusia berabad-abad. Sementara lembah-lembah sungai di Mesopotamia selatan menarik migrasi penduduk tetangga dan memungkinkan, untuk pertama kalinya dalam sejarah, pertumbuhan makanan berlebih, volatilitas sungai-sungai mengharuskan suatu bentuk pengelolaan kolektif untuk melindungi tanah rawa dan dataran rendah dari banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika produksi berlebih meningkat dan pengelolaan kolektif menjadi lebih maju, proses urbanisasi berkembang dan peradaban Sumeria berakar," tulis Metz.
Kota pertama yang muncul di wilayah Mesopotamia dianggap oleh para cendekiawan modern adalah Uruk, sekitar tahun 4500 SM, menyusul kemudian Kota Ur sekitar tahun 3800 SM. Keduanya terletak di dekat tepi Sungai Efrat. Struktur kota dan keamanan kehidupan perkotaan tampaknya telah menarik penduduk daerah tersebut ke pusat-pusat perkotaan meskipun teori tersebut menyatakan bahwa penduduk dipindahkan secara paksa dari lahan pertanian mereka karena diambil alih penguasa untuk kepentingan negara.
Namun menurut sejarawah teori ini gagal menjelaskan kelanjutan urbanisasi sepanjang sejarah Mesopotamia atau replikasinya di negara-negara lain. Pada tahun 2600 SM, Ur menjadi kota metropolitan yang berkembang pesat dan pada tahun 2900 SM menjadi kota bertembok dengan populasi sekitar 65.000 jiwa.
Namun, urbanisasi terus berlanjut saat kota meluas keluar dari pusat dan seiring berjalannya waktu, ladang-ladang yang dulunya subur yang menjadi sumber makanan penduduk telah habis. Penggunaan lahan yang berlebihan, dikombinasikan dengan pergeseran misterius di Sungai Efrat yang mengalihkan air dari kota, mengakibatkan kompleks tersebut akhirnya ditinggalkan sekitar tahun 500 SM.
Meskipun banyak faktor yang tidak diragukan lagi berkontribusi terhadap kemunduran kota-kota seperti Ur telah dikemukakan bahwa urbanisasi dan, khususnya, penggunaan lahan di sekitarnya secara berlebihan untuk pertanian, merupakan penyebab utamanya.
Serangan yang dilakukan bangsa Sargon dari Akkad yang menjarah kota Ur pada tahun 2340 SM adalah penyebab lain dari kemunduran. Serangan militer berulang kali terhadap kota tersebut terus berlanjut selama berabad-abad hingga akhirnya bangsa Elam menjarah kota tersebut pada tahun 1750 SM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!