Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Skema Regeneratif Atasi Dampak Perubahan Iklim

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 10:41 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Skema Regeneratif Atasi Dampak Perubahan Iklim Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pertanian regeneratif perlu diterapkan di semua wilayah karen dinilai sangat cocok untuk menekan dampak perubahan iklim. Skema regeneratif menekankan pada pertanian yang menjamin keberlanjutan.

Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan prinsip regeneratif lebih pada penekanan dampak ekosistem lingkungan berkelanjutan, dengan skema organik dan mendukung konservasi berbasis keanekaragaman hayati.

"Kalau dikaitkan dengan krisis lingkungan tentu sangat mengatasi dan menjawab kebutuhan masa depan, mengingat lebih dari 90 persen pertanian kita sangat bergantung pada eksistensi pupuk dan obat-obatan kimia dan skema pertanian yang lebih ekstraktif dengan model penyeragaman padahal secara alamiah alam memerlukan unsur biodiversitas," jelasnya kepada Koran Jakarta, Senin (22/7).

Tambahan lain, papar Hafidz, sistem pertanian regeneratif dapat meningkatkan produktivitas di lahan kering dan juga pemanfaatan lahan sekitar hutan yang tidak berorientasi pada deforestrasi. Namun, proses pengenalannya tidak bisa dipaksakan, tetapi harus dilakukan proses tahap demi tahap dengan pendampingan langsung di tingkat komunitas.

"Mengingat pertanian masih menjadi ujung tombak penghidupan bagi masyarakat desa yang sifatnya masih sangat subsisten, maka perlu pengelolaan yang tepat agar tidak mengganggu produktivitasnya," ujarnya.

Menurut Hafidz, proses transisi dari teknik pertanian konvensional untuk menuju pertanian organik biasanya butuh waktu tak singkat, terutama pada aspek penanganan hama dan pemenuhan nutrisi tanah.

"Namun, apabila sudah berhasil secara signifikan akan mengurangi biaya operasional pertanian dan memberikan multiplayer effect cukup besar pada ekonomi lokal, di mana pupuk dan pestisida organik bisa diproduksi mandiri oleh komunitas. Begitu juga dengan pemanfaatan biodiversitas lain, misalnya pemanfaatan burung untuk mencegah hama tikus, bunga-bunga untuk mengalihkan hama wereng dan belalang, dan sebagainya," jelasnya.

Hafidz menilai ke depan, sistem pertanian regeneratif juga harus didukung dengan rekayasa mikoroba dengan proses bio-engineering. Hal itu memungkinkan optimalisasi setiap tahap dan proses pertanian secara alamiah, misalnya dalam aspek penciptaan bibit berkualitas, ketahanan dari hama, pengurangan gulma, dan optimalisasi nutrisi.

Solusi Menjanjikan

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, menganggap pertanian regeneratif sebagai solusi menjanjikan untuk mengatasi krisis lingkungan dan mencapai pembangunan berkelanjutan.

"Dalam kerangka regulasi kita, salah satu pengejawantahan nyata dari upaya itu adalah UU (Undang-Undang) Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan yang mengamanatkan pendekatan agroekosistem dan prinsip pertanian konservasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip dari pertanian regeneratif untuk menghidupkan tanah kita secara berkelanjutan," ujarnya saat mengunjungi Science and Techno Park IPB University di Bogor, Jawa Barat, sekaligus membuka Expert Group Meeting (EGM), dikutip dari keterangan resmi, Jakarta, Jumat, pekan lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kepala Bapanas: Stok Beras ...

Jakarta Terima Hadiah Ultah Mencapai Rp22,2 Triliun

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ekonomi
Asik, Sambut Libur Sekolah ...
Megapolitan
Warga Gagalkan Aksi Dua Pen...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

30 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...

Siswa Bermasalah Tak Layak Menerima Bantuan Biaya Sekolah

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Siswa Bermasalah Tak Layak ...

Haree Gini Masih Buang Sampah Sembarangan…Bakal Masuk Bui

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Haree Gini Masih Buang Samp...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.