Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Radiasi Matahari Mungkin Berdampak pada Bagian dalam Bumi

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Radiasi Matahari Mungkin Berdampak pada Bagian dalam Bumi Doc: AFP/NASA/HANDOUT
Ket. Cahaya Matahari terpantul dari perairan saat stasiun luar angkasa mengorbit Bumi. Sebuah penelitian mengungkap radiasi matahari mungkin berdampak pada bagian dalam bumi.

BEIJING - Sebuah penelitian kolaborasi yang dilakukan sejumlah peneliti dari Tiongkok dan Rumania mengungkap fakta bahwa radiasi matahari mungkin berdampak pada bagian dalam bumi.

Seperti dikutip dari Antara, Senin (22/7), studi yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications ini dilakukan oleh para peneliti dari Institut Geologi dan Geofisika (Institute of Geology and Geophysics/IGG) di Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Universitas Geosains Tiongkok dan Universitas Bucharest.

Menurut para peneliti, radiasi matahari bervariasi sesuai garis lintang, menciptakan gradien suhu di permukaan laut yang mempengaruhi persebaran kehidupan laut. Organisme yang kaya akan karbon ini diangkut ke bagian dalam bumi melalui subduksi lempeng samudra. Proses ini secara signifikan mempengaruhi keadaan redoks magma busur.

Para peneliti menganalisis data dari ribuan sampel magma, termasuk sampel dari dalam bumi dan laut, yang dikumpulkan oleh ahli geologi di seluruh dunia. Mereka memeriksa inklusi lelehan kecil dalam mineral olivin dan data batuan curah untuk menentukan keadaan redoks magma busur.

Bukti Tambahan

Studi tersebut mengungkap magma di daerah lintang rendah kurang teroksidasi dibandingkan di daerah lintang tinggi. Bukti tambahan dari penelitian dasar laut menunjukkan endapan karbon yang lebih tereduksi di wilayah lintang rendah.

Karbon ini berinteraksi dengan sulfur untuk membentuk sulfida, yang kemudian diangkut ke dalam bagian mantel bumi, dan berkontribusi terhadap pola redoks yang diamati.

"Pola tak terduga ini menunjukkan bahwa lingkungan dan iklim permukaan bumi, yang dipengaruhi oleh radiasi matahari, memiliki dampak besar terhadap proses di mantel," kata Wan Bo, salah satu penulis studi dan peneliti di IGG.

Banyak bijih logam, seperti tembaga, timah, dan litium, sensitif terhadap kondisi redoks. Memahami persebaran spasial dan temporal keadaan redoks di zona subduksi global memiliki implikasi signifikan dalam memprediksi lokasi dan ketersediaan sumber daya penting ini.

"Pola yang teramati ini menawarkan arah baru untuk eksplorasi sumber daya dan memahami dampak lingkungan dari sistem subduksi di garis lintang yang berbeda-beda," papar Hu Fangyang, penulis korespondensi studi tersebut dan peneliti di IGG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.