Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinas Rahasia AS 'Gagal' dalam Misi Melindungi Trump

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 10:24 WIB | Oleh: Tim Penulis

Mantan dokter Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa kandidat presiden dari Partai Republik itu menderita luka tembak sepanjang 2 cm di telinga kanannya yang mulai pulih.

Memo dari mantan dokter Gedung Putih Ronny Jackson, yang sekarang menjadi anggota parlemen sayap kanan garis keras dari Texas, adalah catatan terperinci pertama tentang cedera yang dialami Trump.

"Peluru itu lewat, berjarak kurang dari seperempat inci dari kepalanya, dan mengenai bagian atas telinga kanannya," tulis Jackson. Dia terbang untuk menemui Trump di New Jersey pada larut malam dan telah merawatnya sejak saat itu.

Cheatle bertugas sebagai agen Dinas Rahasia selama 27 tahun sebelum meninggalkannya pada tahun 2021 untuk menjadi kepala keamanan di Amerika Utara untuk PepsiCo.

Ia ditunjuk menjadi kepala badan tersebut oleh Biden pada tahun 2022.

Perbaikan Diperlukan

Profesor hukum di Universitas Minnesota, Richard Painter, menggambarkan penembakan itu sebagai "kegagalan besar" dari pihak Dinas Rahasia, dan mengatakan bahwa "sangat jelas" atap-atap gedung yang berada dalam jarak tembak dari demonstrasi itu perlu dibersihkan.

Ia juga mempertanyakan mengapa tidak ada agen Dinas Rahasia di atap-atap gedung itu, dan mencatat bagaimana orang-orang di kerumunan itu pun melihat Crooks di atap gedung dan berteriak memperingatkan tentangnya. Namun, hal ini tidak dihiraukan.

"Untuk mengatakan bahwa gedung itu berada di luar perimeter Dinas Rahasia - itu sama sekali tidak masuk akal," kata Painter kepada program Asia First milik CNA.

Painter, yang merupakankepala pengacara etika Gedung Putih dalam pemerintahan George W Bush dari tahun 2005 hingga 2007, mengatakan bahwa presiden Bush akan segera memecat direktur Dinas Rahasia jika insiden seperti itu terjadi saat ia masih menjabat.

Painter menunjuk bagaimana presiden John F Kennedy dibunuh dalam situasi serupa pada tahun 1963, ketika seorang penembak menargetkannya dari atap Texas Book Depository di Dallas, Texas.

"Saya kira kita sudah belajar dari kesalahan kita. Kita pernah mengalami percobaan pembunuhan terhadap Presiden (Gerald) Ford, Presiden (Ronald) Reagan. Ini pernah terjadi sebelumnya dan mereka tahu tentang risiko ini tetapi mereka tidak mengatasinya," tambahnya.

Ia menekankan bahwa Trump dan Wakil Presiden Harris, yang secara luas diyakini akan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat setelah Biden keluar dari persaingan pada hari Minggu, bisa berada dalam bahaya saat kampanye berlanjut hingga November.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.