Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koran Jakarta dan Mitras DUDI Gelar Talkshow VokasiFest Bertema 'Karir dalam Mindset Gen Z: Masihkah Relevan?'

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 10:05 WIB | Oleh:
Koran Jakarta dan Mitras DUDI Gelar Talkshow VokasiFest Bertema 'Karir dalam Mindset Gen Z: Masihkah Relevan?' Doc: Dok. Koran Jakarta

Media nasional Koran Jakarta bersama Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI menggelar Talkshow VokasiFest Bertema "Karir dalam Mindset Gen Z: Masihkah Relevan?"

Talkshow VokasiFest Bertema "Karir dalam Mindset Gen Z: Masihkah Relevan?" digelar pada 17 Juli 2024 di Société, Sarinah Thamrin. Talkshow tersebut digelar sebagai rangkaian acara puncak VokasiFest 2024 yang akan digelar pada 20 Juli 2024 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Generasi Z memiliki karakteristik unik dalam memandang karier dan pekerjaan. Mereka dikenal memiliki karakteristik unik yang berbeda dari generasi sebelumnya, terutama dalam hal motivasi dan tujuan bekerja. Banyak dari mereka bekerja bukan hanya untuk mencari uang, tetapi juga untuk mengisi waktu luang dan mengejar kebahagiaan pribadi. Konsep work-life balance sangat penting bagi mereka, di mana keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional dianggap sebagai prioritas utama.

Perubahan budaya dan mindset kerja Generasi Z ini memberikan tantangan dan peluang baru bagi perusahaan, institusi pendidikan, dan para pencari kerja. Memahami bagaimana Generasi Z memandang karier dan pekerjaan akan membantu berbagai pihak dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk menarik, mengelola, dan mempertahankan talenta dari generasi ini.

Caption

Oleh karena itu, melalui acara Vokasifest ini mendalami lebih jauh cara pikir dan cara pandang Generasi Z terhadap karier dan pekerjaan serta implikasinya bagi dunia kerja saat ini.

VokasiFest kali ini menjadi panggung bagi berbagai pemikir, praktisi, dan pakar untuk berbagi pandangan mereka tentang bagaimana generasi Z dapat mempersiapkan diri dan mengambil peluang dalam dunia kerja yang terus berubah. Talkshow ini juga diikuti 30 siswa/siswi SMK.

Talkshow VokasiFest dibuka oleh Rifan Sevila yakni seorang Communication & Business Development Practitioner yang menjadi MC. Kemudian talkshow lanjut dibawakan oleh seorang Entrepreneur sekaligus Public Figure Tanah Air yaitu Handika Pratama yang menjadi moderator sekaligus narasumber.

Dalam membantu kita memahami topik ini lebih dalam, Vokasifest diisi oleh narasumber yang luar biasa dan sangat berpengalaman di bidang karir ini. Agar sejalan dengan konteks, narasumber yang dihadirkan Vokasifest dalam talkshow ini juga ada seorang Gen Z dan seseorang yang berkaitan langsung dengan Generasi Z.

Narasumber yang pertama yaitu seorang influencer Gen Z yang juga dikenal sebagai penulis buku, entrepreneur, public speaker, dan news anchor luar biasa, Meisya Sallwa.

Kedua, seorang peneliti dan sejarawan di Monash University, Luthfi Adam. Dia saat ini menjabat sebagai research fellow di Institute of Advanced Research di Monash Indonesia. Beliau juga merupakan fellow di Garden and Landscape Studies di Dumbarton Oaks, Harvard University, untuk tahun akademik 2022-2023.

Narasumber yang berikutnya adalah seorang psikolog berpengalaman yang juga merupakan pendiri Aditi Psychological Center, seorang public speaker, dan konten kreator di bidang psikologi dan kesehatan mental, Indah Sundari!. Sejak tahun 2018, Indah Sundari telah memberikan kontribusi besar melalui seminar, webinar, dan talkshow di industri pendidikan dan hiburan.

Dalam sambutannya, Handika melihat Gen Z adalah salah satu generasi yang memiliki karakteristik agak unik. Sebagian dari Gen Z memandang dunia pekerjaan itu bukan serta merta sekadar mencari uang atau mencari karir, sebagian dari Gen Z menganggap dunia pekerjaan itu adalah dunia untuk mengisi waktu kosong atau sekadar mau mendapatkan kesenangan secara pribadi.

"Contohnya, Gen Z tuh mau bekerja di bidang yang mereka sukai, padahal in real life banyak sektor-sektor pekerjaan yang mau tidak mau harus dikerjakan, karena kita adalah seorang profesional pekerjaan," kata Handika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.