Asosiasi Berita Jepang Peringatkan Dampak AI pada Angka Kunjungan Konten Berita
📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/NICOLAS ASFOURI
TOKYO - Asosiasi Penerbit dan Editor Surat Kabar Jepang dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (17/7), memperingatkan, mesin pencari yang didukung oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menumpang secara cuma-cuma pada konten berita.
Dikutip dari The Straits Times, beberapa ahli mengatakan undang-undang untuk melindungi hak cipta diperlukan karena meningkatnya risiko pelanggaran hak cipta di tengah penyebaran AI generatif, yang secara otomatis menghasilkan teks rumit menggunakan informasi dari sumber lain.
Menanggapi pencarian jumlah korban Gempa Semenanjung Noto yang terjadi pada 1 Januari 2024, Google melaporkan: "282 orang tewas dalam gempa Semenanjung Noto hingga 19 Juni."
Tulisan itu tampaknya didasarkan pada beberapa laporan dari stasiun televisi dan surat kabar besar. Uraian penyebab kematian hampir sama dengan yang digunakan dalam sebuah artikel dari surat kabar besar.
Pada bulan Agustus 2023, Google mulai menguji coba layanan AI generatif terkait pencarian yang disebut SGE (Search Generative Experience), yang terintegrasi dengan mesin pencarinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan layanan pencarian konvensional, beberapa situs web terdaftar berdasarkan kata kunci yang dimasukkan, dan pengguna harus mengklik situs web tersebut untuk melihat informasinya.
Sebaliknya, mesin pencari bertenaga AI mengubah dan memproses informasi dari beberapa situs web, dan menampilkan hasilnya sebagai teks tunggal.
Undang-Undang Hak Cipta menyatakan layanan pencarian diizinkan untuk menggunakan karya berhak cipta milik pihak lain tanpa izin, dengan ketentuan penggunaan tersebut hanya dalam skala kecil dan hanya sejauh yang dianggap perlu untuk tujuan pencarian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, risiko pelanggaran hak cipta telah meningkat melampaui "penggunaan kecil" karena mesin pencari bertenaga AI menghasilkan teks panjang berdasarkan artikel berhak cipta.
Perbaikan Sistem Hukum
Pernyataan asosiasi tersebut menekankan perlunya perbaikan sistem hukum, termasuk revisi undang-undang yang sesuai dengan era AI generatif.
Asosiasi tersebut mencatat kasus-kasus di mana informasi yang salah dihasilkan, dan menyatakan kekhawatiran hal ini dapat menyebabkan penyebaran informasi yang salah.
Pernyataan tersebut memperingatkan jika penyebaran artikel dan konten gratis seperti itu tidak diatur, produksi konten akan punah, yang menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan pada fondasi demokrasi dan budaya bangsa.
Mesin pencari AI generatif, dengan menyediakan ringkasan informasi kepada pengguna yang diambil dari berbagai situs web, mengurangi jumlah kunjungan ke situs web asli. Organisasi berita menerima pendapatan iklan berdasarkan jumlah penayangan di situs web mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!