Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Yayasan Kesehatan Perempuan: Angka Kematian Ibu Tertinggi Ada di Papua

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 17:05 WIB | Oleh:
Yayasan Kesehatan Perempuan: Angka Kematian Ibu Tertinggi Ada di Papua Doc: (ANTARA/Anita Permata Dewi)
Ket. Paparan yang disampaikan oleh Direktur Yayasan Kesehatan Perempuan Nanda Dwinta Sari dalam webinar bertajuk "Bahaya Perkawinan Anak dan Perkawinan Anak menurut UU TPKS", di Jakarta, Rabu (17/7).

JAKARTA - Direktur Yayasan Kesehatan Perempuan,Nanda Dwinta Sari mengatakan bahwa provinsi dengan angka kematian ibu (AKI) yang tinggi berada di wilayah timur Indonesia.

"Capaian angka kematian ibu di Indonesia masih timpang. AKI di Indonesia paling rendah ada di DKI Jakarta dan yang tertinggi di Papua," kata Nanda Dwinta Sari dalam webinar bertajuk "Bahaya Perkawinan Anak dan Perkawinan Anak Menurut UU TPKS", di Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan angka kematian ibu di Pulau Jawa yang terendah di DKI Jakarta sebanyak 48 kematian, tertinggi Jawa Barat dengan 187 kematian.

Pulau Sumatera, terendah Kepulauan Riau dengan 142, tertinggi Aceh sebanyak 201.

Di Kalimantan, terendah Kalimantan Timur dengan 177, tertinggi Kalimantan Barat sebanyak 246.

Di Sulawesi, terendah Sulawesi Selatan 192 dan tertinggi Sulawesi Barat 274 kematian.

"Maluku dan Papua, terendah Maluku Utara 255 dan tertinggi Papua 565," katanya.

Sementara di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, terendah di Bali dengan angka 85 dan Nusa Tenggara Timur tertinggi dengan 316 kematian.

Iamenuturkan bahwa penyebab kematian ibu ada dua, yakni penyebab langsung dan penyebab tidak langsung.

"Penyebab langsung berkaitan dengan kehamilannya, bisa karena perdarahan, preklamsia, hipertensi," kata Nanda Dwinta Sari.

Sementara penyebab tidak langsung adalah karena faktor Tiga Terlambat (3T) dan Empat Terlalu (4T).

3T dan 4T merupakan program pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan BKKBN dalam pencegahan kematian ibu.

"Tiga terlambat itu perempuan terlambat memutuskan, terlambat mencapai tempat pelayanan kesehatan, dan terlambat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

42 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.