Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia di Antara 10 Negara Penghasil E-Waste Terbesar di Dunia

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 13:18 WIB | Oleh: Tim Penulis

Negara Penghasil E-Waste Terbesar

Negara penghasil e-waste terbesar di dunia The Global e-Waste (2020): Urutan ke-1 diduduki China sebanyak 12.066 juta kg per tahun. Urutan ke-2 Amerika Serikat sebanyak 7.188 juta kg per tahun. Urutan ke-3 India sebanyak 4.137 juta kg per tahun. Urutan ke-4 Jepang sebanyak 2.638 juta kg per tahun. Urutan ke-5 Brasil sebanyak 2.443 juta kg per tahun. Urutan ke-6 Rusia sebanyak 1.910 juta kg per tahun. Urutan ke-7 Indonesia sebanyak 1.886 juta kg per tahun. Urutan ke-8 Jerman sebanyak 1.767 juta kg per tahun. Urutan ke-9 Inggris sebanyak 1.652 juta kg per tahun. Urutan ke-10 Meksiko sebanyak 1.499 juta kg per tahun.

Sebuah riset mencatat, bahwa antara tahun 2016 dan 2018, ada peningkatan 171 persen dalam pengiriman sampah ke Asia Tenggara setelah Cina menutup pintunya. Sebagian besar sampah terdiri dari plastik dan bahan non-biodegradable lainnya. Namun, karena peraturan impor limbah di Asia Tenggara cenderung longgar, limbah elektronik masih bisa berakhir di tempat pembuangan sampah yang tidak resmi. (Universal Eco.id).

Pulau Jawa menyumbang terbesar sampah elektronik (56%), Pulau Sumatera (22%), dan sisanya terbagi di seluruh daerah di Indonesia. (Mongabay, 22/2/2023). Pulau Jawa sebagai barometer tertinggi sebab jumlah penduduknya sangat banyak. Populasi Indonesia pada tahun 2024 mencapai 281.603.800 jiwa, sekitar 60-65% berada di Pulau Jawa.

Contoh sekitar 75 ton e-waste terangkut di Jakarta setiap hari (2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kerja sama dengan pihak swasta untuk pengelolaan limbah tergolong B3 ini. Timbulan e-waste di Jakarta setara dengan 1 persen dari total produksi sampahnya, sekitar 7.500-7.800/ton. (Kompas, 13/7/2023).

Maka agenda/kegiatan perlu dilakukan, pertama, pengurangan dan pengetatan produk-produk yang menghasilkan e-waste. Kedua, membatasi impor produk elektronik. Ketiga, memperlakukan secara ketat extended producer responsibility (EPR) atau tanggungjawab yang diperluas terhadap produsenya. Keempat, pemerintah melakukan pemantauan, pengawasan dan penegakkan hukum (law-enforcement) secara ketat dan tegas. Kelima, melakukan advokasi berkelanjutan terhadap pelaku circular economy aras bawah (pemulung, pelapak, pencacah plastik).*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Tahu Alasan Tingginya Harga Ponsel Belakangan?

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Tahu Alasan Tingginya Harga...
Ekonomi
Transaksi Kartu Shar-E Debi...
Olahraga
Voli Pantai Indonesia Harus...

Warga Garut akan Dibuatkan Area Mirip Malioboro

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Garut akan Dibuatkan ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.