Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia di Antara 10 Negara Penghasil E-Waste Terbesar di Dunia

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 13:18 WIB | Oleh: Tim Penulis

Miris melihat para pekerja sektor e-waste ini. Bak badan telajang dihadapan racun sangat berbahaya. Mereka tidak ada jaimanan suplai makanan sehat bergizi, susu, telor. Juga tidak ada jaminan kesehatan.

Padahal e-waste sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa kandungan logam berat pada e-waste, yaitu Timbal (Pb) salah satu pada monitor kumputer; Merkuri (Hg) salah satunya pada large flat panel display satau lampu; Arsen (AS) salah satunya pada telepon selular; Kadmium (Cd); Timah (Sn); dan Kromium (Cr), dll. E-waste bersifat toksik karena kandungan timbal, berilium, merkuri, kadmium, BFR (Brominated Flame Retardants) yang merupakan ancaman bagi kesehatan dan lingkungan.

Contoh komponen bekas elektronik, seperti CPU, mengandung bahan yang berpotensi berbahaya seperti timbal , kadmium , berilium , atau penghambat api brominasi. Daur ulang dan pembuangan e-waste mungkin menimbulkan risiko besar terhadap kesehatan pekerja dan komunitas mereka.

Selanjutnya mereka yang bekerja pada proses biji plastik terancam dioxin dan furan akibat pembakaran plastik tidak sempurna. Paparan dioksin tingkat tinggi pada manusia dalam jangka pendek dapat menyebabkan lesi kulit, seperti chloracne dan kulit menjadi gelap, serta perubahan fungsi hati. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, perkembangan sistem saraf, sistem endokrin dan fungsi reproduksi. (WHO: https:www.who.int/ 29/11/2023).

National Institute of Environment Heraalth Science menyebutkan, dioksin adalah sekelompok senyawa yang memiliki struktur dan karakteristik kimia yang berbeda. Banyak senyawa mirip dioksin telah diidentifikasi yang dianggap memiliki toksisitas (racun) signifikan dan dapat menyebabkan penyakit. Istilah tunggal dioksin mengacu pada senyawa paling beracun, TCDD.

Sejumlah literatur mengungkapkan, dioksin dan furan berdampak buruk terhadap kesehatan manusia dan hewan melalui beberapa cara, termasuk: (a) mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan reproduksi; (b) menyebabkan cacat lahir; (c) mempengaruhi perkembangan neurobehavioral; (d) menyebabkan kanker: dan (e) menyebabkan kerusakan hati.

Pengelola e-waste, biasanya dilakukan oleh sektor informal, tidak memiliki ijin secara resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. E-Waste dikategorikan limbah Berbahaya dan Beracun (B3), harus dikelola oleh perusahaan resmi dan profesional dengan ijin KLHK. Dalam pengelolaan teknis harus mengikuti SOP (standar operasional prosedur). Jelas, tidak bisa sembarang dan illegal!?

Pengelolaan e-waste harus mengikuti UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selanjutnya, Peraturan Pemerintah RI No. 27/2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik, Limbah Elektronik merupakan limbah dari perangkat elektrik dan elektronik, termasuk seluruh komponen rakitan dan konsumsi yang merupakan bagian dari produk tersebut pada waktu pembuangan.

Jumlah e-waste yang dihasilkan per tahun di seluruh dunia naik dua kali lipat dalam 12 tahun, menjadi 62 miliar kg pada tahun 2022. Jumlah e-waste diproyeksikan akan meningkat menjadi 120 miliar kg pada tahun 2030. Sebagaimana laporan The Global e-Waste Monitor 2020 Quantities, flows, and the circular economy potential.

Laporan itu mengatakan, bahwa konsumsi terhadap Electrical and Electronic Equipment (EEE) semakin tinggi berkaitan dengan perkembangan ekonomi global. EEE menjadi sangat diperlukan masyarakat modern dan guna meningkatkan standar hidup, tetapi produksi dan penggunaannya dapat menguras sumberdaya. EEE sebagai simbol budaya dan peradaban industri maju.

Produk EEE diketegorisasikan menjadi enam karaketeristik, yaitu: Pertama, peralatan berkaitan pertukaran temperatur: mengacu pada peralatan pendingin meliputi refrigerators, freezers, air conditionrs (AC) dan pompa kalor (heat pumps). Kedua, secreen dan monitor: meliputi tv, monitor, laptop, notebook dan tablet.

Ketiga, lampu: meliputi lampu berpendar, lampu discharge intensitas tinggi dan lampu LED. Keempat, peralatan besar meliputi mesin suci, pengering pakaian, mesin pencuci piring, mesin kompor, mesin cetak besar, pelaratan foto copy dan panel photovoltaic.

Kelima, peralatan kecil meliputi peyedot debu, microwave, peralaatn ventilasi, pemanggang roti, ketel elektrik, alat cukur elektrik, skala, kalkulator, perangkat radio, kamera video, permainan eletronik dan elektrik, peralatan elektronik kecil, perangkat medis kecil, instrument monitoring dan control kecil. Keenam, peralatan small IT dan telecommunication meliputi mobile phone, peralatan Global Positioning System (GPS), kalkulator saku, routes (perangkat penghubung dua atau lebih jaringan), personal computer, printer dan tehephon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.