Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“JakKonek' Bangun Ekosistem Digital

📅 Senin, 15 Jul 2024, 01:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
“JakKonek' Bangun Ekosistem Digital Doc: ANTARA/Siti Nurhaliza
Ket. Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar (kiri) dan Kepala Pusat Data dan Informasi PPKUKM DKI Jakarta Juremi (paling kanan) dalam talkshow Pengawasan Obat dan Makanan untuk Membangun Ekosistem Digital di Provinsi DKI Jakarta di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (14/7).

JAKARTA - Untuk membangin ekosistem digital, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengembangkan JakKonek. Ini untuk memacu inovasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Jakarta agar berdaya saing tinggi.

"Tentunya misi Badan POM ini membuat para pelaku UMKM di Jakarta berdaya saing tinggi dan menjadi salah satu penggerak ekonomi bangsa," kata Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu.

Dalam diskusi bertema "Pengawasan Obat dan Makanan untuk Membangun Ekosistem Digital di Provinsi Jakarta", Sofiyani menyebutkan, pihaknya telah meluncurkan JakKonek. Ini menjadi strategi BBPOM dalam pengawasan obat dan makanan untuk membangun ekosistem digital di Provinsi Jakarta.

JakKonek ini menjadi literasi digital yang tentunya sesuai dengan informasi yang dibutuhkan masyarakat. Ini khususnya untuk para pelaku usaha dalam mendapatkan edukasi dan informasi terkait produk yang dijual.

Selain itu, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) untuk menghasilkan banyak pelaku usaha yang meraih banyak prestasi. Inovasi ini juga untuk memberikan motivasi dan kemudahan bagi para pelaku usaha dalam mengakses ke BBPOM.

"Jadi sebelumnya harus bertemu ke mal pelayanan publik di Kuningan atau hadir ke Cilangkap, tapi nanti kalau sudah terkoneksi dengan JakKonek ada menu forum diskusi 'online'. Jadi, bisa mudah interaktif membahas satu masalah atau apapun yang menjadi kendala dalam pelaku usaha," kata Sofiyani.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas PPKUKM Jakarta, Juremi mengatakan, para pelaku UMKM di Jakarta disebut Jakpreneur yang dibina Dinas PPKUKM Jakarta.

"Jadi ada Jakpreneur. Ini merupakan hal yang kita buat sebagai platform digital. Sebab pengembangan UMKM ada tujuh langkah, pasti akan sukses mulai dari pendaftaran sampai modal yang kita jangkau dalam Jakpreneur," ujar Juremi.

Dengan begitu, kata dia, para pelaku usaha yang tergabung dalam Jakpreneur mempelajari terkait keamanan produknya. Lalu, ketika ada bazar, pelaku UMKM dapat menggunakan QRIS sebagai transaksi pembayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

Gol Dianulir Hingga Kartu Merah Thom Haye, Indonesia Dipaksa Main 10 Pemain Lawan Malaysia

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.