“Kembaran Digital' Bantu Perenang Olimpiade Capai Rekor
📅 Jumat, 12 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPada Olimpiade musim panas ini, akan menjadi pertama kalinya sembilan perenang elit dipandu oleh kembaran digital (digital twins) mereka. Sejak tahun 2015, tim peneliti di Universitas Emory dan Universitas Virginia, yang dipimpin oleh salah satu mereka yaitu Ono, telah melengkapi perenang dengan perangkat yang disebut unit pengukuran inersia untuk merekam percepatan, orientasi, dan gaya tubuh mereka.
Tidak seperti video digital biasa yang merekam 24 bingkai (frame) per detik, sensor ini menangkap informasi 512 bingkai per detik. Para perenang menjalani serangkaian tes dengan mengenakan sensor ini di pergelangan tangan, pergelangan kaki, atau punggung mereka. Dari sensor ini akan memberi data dampak pada percepatan mereka dari setiap putaran, percikan, tarikan, dan tendangan.
"Baru-baru ini kami mulai menggunakan sensor canggih yang mengukur gaya yang dihasilkan oleh tangan atlet. Perangkat teknologi tinggi ini mengukur perbedaan tekanan antara telapak tangan dan sisi tangan, yang menunjukkan arah gaya," papar Douglass pada laman Scientific American.
Apa yang sebelumnya dievaluasi hanya dengan melihat perenang di atas air kini dapat dipetakan menjadi serangkaian bagan dan grafik yang menunjukkan distribusi gaya di semua arah maju, ke samping, ke atas, dan ke bawah. Gaya yang diberikan ke arah mana pun selain maju adalah gaya yang terbuang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami menggunakan aliran angka ini untuk membuat kembaran digital atlet, yang menangkap gerakan mereka hingga milidetik. Kami kini telah mengumpulkan basis data besar kembaran digital dari lebih dari 100 perenang terbaik AS," ujar Douglass.
Dengan kembaran digital tersebut, dapat membuat rekomendasi yang segera meningkatkan teknik, menawarkan saran untuk strategi lomba, dan menunjukkan tujuan aspirasional jangka panjang semuanya dalam upaya mencapai rencana lomba yang optimal.
Dalam hal teknik, tim dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan komparatif atlet secara digital tanpa harus mengikuti lomba secara langsung. Jika ditemukan cacat teknis, seorang pelatih dapat menawarkan pelatihan presisi segera untuk memperbaikinya. Kembaran digital bahkan bisa mengukur tingkat keparahan cacat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berkat persamaan Newton dan data percepatan, dapat secara akurat memprediksi penghematan waktu yang dapat diharapkan oleh seorang atlet dengan perubahan tertentu. Hal ini bermuara pada integrasi numerik dari data percepatan karena nilai-nilai ini merupakan bagian dari perhitungan kecepatan.
Pelatih maupun perenang dapat melihat kelemahannya yang meliputi posisi kepala yang buruk, kaki yang terlalu rendah (yang dapat menyebabkan efek penahan dan perlambatan), rotasi tubuh yang tidak seimbang, dan pernapasan yang tidak efisien.
"Kembaran digitalnya memungkinkan kami mengukur signifikansi cacat ini," ungkap Douglass.
Kembaran digital juga memainkan peran penting dalam merancang strategi lomba. Analisis kembaran digital dapat menghasilkan perubahan tempo yang disarankan, pengaturan waktu gerakan tubuh, jumlah tendangan yang dilakukan dalam berbagai fase, dan pola pernapasan yang direkomendasikan. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!