Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dokter Ingatkan Orang Tua Tak Lewatkan Vaksin Polio untuk Anaknya

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 17:06 WIB | Oleh:
Dokter Ingatkan Orang Tua Tak Lewatkan Vaksin Polio untuk Anaknya Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Arsip foto - Seorang anak diberi vaksin polio di Jakarta, Kamis (17/3). Meski Pekan Imunisasi Nasional (PIN) 2016 sudah berakhir pada 15 Maret lalu, namun sejumlah wilayah di Indonesia masih melayani pemberian vaksin polio secara gratis yang bertujuan untuk memperkuat imunisasi rutin dan menutup kesenjangan imunitas akibat masih adanya daerah dengan cakupan imunisasi rutin yang rendah.

JAKARTA - Dokter spesialis anak dr. Natasya Ayu Andamari SpA mengingatkan kalangan orang tua agar tidak melewatkan waktu mengenai pemberian vaksinasi polio bagi anak-anaknya.

"Vaksin polio diberikan untuk meningkatkan antibodi," kata Natasya dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kecamatan Pulogadung di Jakarta, Jumat, berkaitan denganPekan Imunisasi Nasional putaran pertama pada 23 hingga 29 Juli 2024.

Dia menjelaskan bahwa vaksin tetes akan memberikan antibodi di usus, sementara suntik antibodi untuk tubuh. "Jadi perlindungan tidak hanya yang ada di tubuh," katanya.

Natasya juga mengatakan, apabila orang tua tidak memberikan vaksin polio pada anak dikhawatirkan adanya penurunan perlindungan dari anak-anak terhadap penyakit polio.

Ketika perlindungan turun, virusnya akan tetap ada di feses dan bisa menyebar ke tubuh. Karena itu, perlindungan melalui pemberian vaksin penting pada usus dan seluruh tubuh.

Pemberian vaksin tak hanya menguntungkan bagi anak. "Namun, lingkungan sekitar juga bisa ikut terjaga," kata Natasya.

Kendati demikian, Natasya mengingatkan bahwa pemberian vaksin memang tak menjamin seseorang tak akan mengalami penyakit tertentu sama sekali. Tujuan pemberian vaksin adalah untuk menekan agar angka kasus yang terjadi tidak begitu tinggi.

"Ketika semuanya sudah terlindung angka kejadiannya akan lebih turun hingga nggak ada sama sekali. Seapes-apesnya anaknya kena polio, yang diharapkan adalah penyembuhannya akan lebih optimal," kata Natasya.

Natasya memaparkan, apabila anak akan menjalani vaksin tetes, sebaiknya orang tua tidak menyusui anak selama satu jam sebelum diteteskan vaksin ke dalam mulut anak. "Sebab hal ini bisa menimbulkan risiko muntah," katanya.

Kemudian orang tua baru boleh memberikan susu kepada anaknya 30 menit setelah vaksin. Namun apabila anak mengalami muntah, maka pemberian vaksin tidak perlu diulangi.

Selain itu agar pemberian vaksin optimal, pastikan anak tidak dalam kondisi demam, batuk atau pilek.

"Jika anak baru mengalami hal tersebut, sebaiknya menunggu beberapa hari agar kondisi anak betul-betul dipastikan sehat," kata dokter spesialis anak dari RS Bunda Jakarta tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.