Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sleman Lakukan Gerakan Penanaman Pohon Peringati Hari Lingkungan Hidup

📅 Jumat, 12 Jul 2024, 16:46 WIB | Oleh:
Sleman Lakukan Gerakan Penanaman Pohon Peringati Hari Lingkungan Hidup Doc: ANTARA/HO-Bagian Prokopim Setda Sleman
Ket. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2024 di Wana Desa Rajeg Tirtoadi, Jumat(12/7)

SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Gerakan Penanaman Pohon sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Sleman di Wana Desa Rajeg Tirtoadi, Jumat.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomoyang hadir sekaligus melakukan simbolis penanaman pohon menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya kecil yang berdampak besar untuk melestarikan alam.

Menurut dia, perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, penurunan emisi gas rumah kaca dan bencana hidrometeorologi dapat dicegah dengan menanam pohon.

"Mulai lah menanam pohon dari lingkungan di sekitar kita. Dengan menanam pohon tentunya kita sudah berkontribusi dalam melestarikan alam serta mencegah perubahan iklim," katanya.

Ia mengatakan dengan menanam pohon, selain menghasilkan oksigen juga dapat menjaga ketersediaan air. Kabupaten Sleman yang berada di hulu memiliki peran penting menjaga ketersediaan air di DIY.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk peduli akan lingkungan. Ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah, namun tanggung jawab bersama untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman Ephipana Kristiyani mengatakan bahwa dalam kegiatan ini jumlah pohon yang ditanam sebanyak 100 batang meliputi pohon jenis buah-buahan.

"Diharapkan upaya kita bersama dapat berdampak positif bagi perbaikan kualitas lingkungan serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua pihak untuk bersama menjaga lingkungan kita," katanya.

Ia mengatakan pemilihan tanaman buah bukan tanpa alasan, tidak hanya sebagai perindang, penyerap polutan gas rumah kaca, dan penghasil oksigen, nantinya buah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan masyarakat sekitar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.