Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sandiaga: 'Daycare' Jalan Tengah Kontroversi Cuti Melahirkan

📅 Rabu, 10 Jul 2024, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sandiaga: 'Daycare' Jalan Tengah Kontroversi Cuti Melahirkan Doc: ANTARA/Aria Cindyara
Ket. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan penyediaan fasilitas penitipan anak (day care) merupakan jalan tengah dari kontroversi kebijakan cuti melahirkan bagi perempuan pekerja.

Pernyataan itu menjawab sikap sejumlah pengusaha yang memilih membatasi penyerapan tenaga kerja perempuan, imbas kebijakan cuti kerja maksimal 6 bulan bagi ibu melahirkan yang tertuang dalam UU Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak Pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan.

"Pengalaman di Pemprov DKI, kami pernah membahas ini. Yang dikhawatirkan industri ini kan produktivitas, dan yang dikhawatirkan oleh para perempuan kan kesempatan kerja," kata Sandiaga Uno selepas menghadiri rapat internal bersama Presiden Joko Widodo di Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 itu menyebut lebih dari 50 persen pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia adalah kaum perempuan. Untuk itu, Sandiaga mendorong adanya jalan tengah dari situasi itu agar menjaga titik keseimbangan bagi pemberdayaan perempuan serta hak bagi perempuan pekerja yang melahirkan.

"Mesti cari di mana kita melakukan pemberdayaan sehingga perempuan melahirkan tetap bisa memberikan kontribusi dan produktivitasnya. Ini yang harus dicari ekuilibriumnya," kata Menparekraf.

Upaya itu ditempuh Kemenparekraf dengan mengutus tim investasi dan industri untuk mengkaji perspektif pengusaha atas kebijakan tersebut. Salah satu jalan tengah yang ditawarkan Sandiaga berupa kebijakandaycareyang segera diluncurkan oleh Kemenparekraf pada bulan ini.

Kebijakan tersebut, kata Sandiaga, akan memfasilitasi ibu yang melahirkan untuk membawa bayinya ke kantor dan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan hak ibu dan anak. "Baik itu tempat untuk menyusui, tapi juga untuk menitipkan anaknya, dan bisa bersama anaknya dalam satu ruangan," kata dia.

Konsepdaycarejuga akan dibawa Sandiaga dalam implementasi fasilitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia untuk memberdayakan kaum perempuan dalam dunia kerja. Selaindaycare, Sandiaga juga akan memaksimalkan perangkat teknologi yang memungkinkan kaum ibu melahirkan tetap dapat produktif bekerja.

"Nanti opsinya kita harus cari sebuah mekanisme yang tidak memberatkan untuk kaum perempuan dan tidak kurangi produktivitas. Dengan adanya teknologi, beberapa pendekatan ekonomi kreatif ini akan dimajukan," kata dia.

Hingga hari ini, Sandiaga meyakini bahwa industri parekraf di Indonesia ramah terhadap pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan anak. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.