Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hidup Permanen di Wilayah Baru

📅 Senin, 08 Jul 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Hidup Permanen  di Wilayah Baru Doc: Istimewa
Ket. John Muir.

Pada tahun 1867, naturalis John Muir berjalan kaki untuk melakukan perjalanan melintasi selatan Amerika Serikat (AS). Catatannya tentang perjalanan itu diterbitkan secara anumerta dalam sebuah buku tahun 1916 berjudul A Thousand-Mile Walk to the Gulf.

Ada satu titik, Muir menyeberangi Sungai St. Marys dari Georgia ke Florida. Saat kapalnya hanyut menuju Pantai Fernandina, sebuah kota di sungai tepat di sebelah selatan batas negara bagian. Di sana ia melihat rumpun bakau dan hutan pohon-pohon aneh yang ditutupi lumut muncul rendah di kejauhan.

Lokasinya kira-kira 15 mil di utara Candy's Mangrove. Jika deskripsi itu akurat, konsensus saat ini bahwa bakau tidak pernah tumbuh sejauh itu di utara adalah salah.

Ahli ekologi Ilka C. Feller akhirnya menemukan informasi lain dari tahun 1837 dan catatan dari tahun 1821. Ia akhirnya menelusuri jejak itu kembali ke tahun 1788, ketika ahli botani dan penjelajah Prancis, André Michaux, menemukan bakau di selatan Candy's Mangrove. Feller kemudian membuat sketsa garis waktu pembekuan berdasarkan catatan petani jeruk, bersama dengan peta jalur badai.

Dia mengirim semua catatan ini ke Kyle Cavanaugh, asisten profesor di University of California, Los Angeles, Institute of the Environment and Sustainability. Cavanaugh mengumpulkan data iklim untuk pantai Florida dari tahun 1950 hingga 2017. Sementara itu Wilfrid Rodriguez, seorang peneliti di Smithsonian, mengumpulkan gambar udara Matanzas Inlet di selatan St. Augustine yang berasal dari tahun 1942.

Bersama-sama catatan, data, dan citra mengungkapkan perluasan dan penyusutan bakau yang aneh. Tim menyimpulkan, dalam sebuah makalah tahun 2019, bahwa bakau tidak hanya bermigrasi ke utara. Sebaliknya, ada pergerakan tanaman yang canggih dan berjangka panjang baik ke utara maupun ke selatan "pergeseran rezim" yang ditentukan oleh cuaca.

Pembekuan mendorong batas hutan bakau ke selatan. Sering kali habitat tersebut digantikan oleh rawa asin. Namun selama musim dingin yang ringan dan musim badai yang aktif, hutan bakau perlahan bermigrasi ke utara lagi. Di Florida timur laut, transformasi fluida antara hutan bakau dan rawa asin terjadi setidaknya enam kali antara akhir tahun 1700-an dan 2017 menurut Feller.

Namun, para peneliti mengatakan bahwa dengan suhu tahunan yang terus meningkat, pembekuan berkurang, dan badai menjadi lebih kuat, migrasi hutan bakau ke utara dalam beberapa tahun terakhir mungkin menjadi permanen. Bahkan tak lama lagi, hutan bakau akan meluas ke Georgia dan kemudian tak terelakkan ke Carolina Selatan. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

23 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.