Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Baru Iran Seorang Reformis, Perubahan Apa yang Diharapkan?

📅 Minggu, 07 Jul 2024, 11:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Baru Iran Seorang Reformis, Perubahan Apa yang Diharapkan? Doc: The Week/AFP
Ket. Presiden terpilih Iran Masoud Pezeshkian.

TEHERAN - Rakyat Iran telah memilih reformis Masoud Pezeshkian sebagai presiden republik Islam berikutnya dalam pemilihan umum untuk menggantikan Ebrahim Raisi yang tewas dalam kecelakaan helikopter pada bulan Mei.

Pezeshkian, seorang ahli bedah jantung berusia 69 tahun, memenangkan jumlah suara terbanyak dalam putaran kedua melawan Saeed Jalili yang sangat konservatif, dengan perolehan sekitar 16 juta suara atau 54 persen dari sekitar 30 juta suara yang diberikan.

Ia mendapat dukungan dari koalisi reformis utama negara itu dan banyak warga Iran yang khawatir akan berlanjutnya cengkeraman garis keras pada kekuasaan.

Apa yang Dijanjikan Pezeshkian?

Dalam kampanyenya, Pezeshkian menyerukan "hubungan yang konstruktif" dengan negara-negara Barat untuk "mengeluarkanIrandari isolasinya".

Ia berjanji akan mencoba menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 dengan Amerika Serikat dan kekuatan lain, yang memberlakukan pembatasan pada aktivitas nuklirIransebagai imbalan atas keringanan sanksi.

Kesepakatan itu gagal pada tahun 2018 setelah Washington menarik diri darinya.

Di dalam negeri, ia berjanji akan melonggarkan pembatasan internet yang sudah lama berlaku dan untuk "sepenuhnya" menentang patroli polisi yang menegakkan kewajiban jilbab bagi wanita, sebuah isu yang menjadi sorotan sejak kematian Mahsa Amini dalam tahanan polisi pada tahun 2022.

Perempuan Kurdi Iran berusia 22 tahun itu telah ditahan karena diduga melanggar aturan berpakaian, dan kematiannya memicu kerusuhan mematikan selama berbulan-bulan di seluruh negeri.

Pezeshkian juga berjanji melibatkan lebih banyak perempuan dan etnis minoritas seperti Kurdi dan Baluchi dalam pemerintahannya.

Ia juga berjanji akan mengurangi inflasi, yang sekarang mencapai sekitar 40 persen, yang menurutnya telah "menghancurkan negara" dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam satu perdebatan dengan Jalili, Pezeshkian memperkirakan Iranmembutuhkan $200 miliar dalam investasi asing, yang katanya hanya dapat disediakan dengan memperbaiki hubungan di seluruh dunia.

Apa Saja Kekuatannya?

Tidak seperti di banyak negara, presidenIran bukanlah kepala negara, otoritas tertinggi berada di tangan pemimpin tertinggi, sebuah jabatan yang dipegang oleh Ayatollah Ali Khamenei selama 35 tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Olahraga
Thailand Takluk, Filipina R...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.