Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KJRI Cape Town Bahas Pembuatan Film Komersial Indonesia dan Afsel

📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 21:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
KJRI Cape Town Bahas Pembuatan Film Komersial Indonesia dan Afsel Doc: ANTARA/HO-KJRI Cape Town
Ket. Pertemuan koordinasi antara perwakilan KJRI Cape Town dengan para calon peserta Pasar Rakyat dan Festival Film Indonesia, Jakarta, Jumat (5/7/2024).

Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Cape Town, Afrika Selatan, pada Jumat (5/7) mulai membahas kerja sama pembuatan film komersial antara kedua negara sebagai persiapan untuk penyelenggaraan Pasar Rakyat yang disusul Festival Film Indonesia di Cape Town.

Berdasarkan rilis pers KJRI yang diperoleh ANTARA, Jakarta, Sabtu, disebutkan bahwa Pasar Rakyat dan Festival Film Indonesia di Cape Town masing-masing akan diadakan pada 9 dan 10-11 November 2024.

Konjen RI Cape Town Tudiono mengatakan kerja sama pembuatan film tersebut menjadi salah satu bagian penting dari peringatan dan perayaan 30 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun ini.

Film tersebut bercerita tentang kehidupan asmara Faiez, seorang pemuda asal Aceh, yang terpisah dari kekasihnya Maya karena bencana tsunami yang menerjang dan meluluhlantakkan Aceh.

Faiez selamat dari tsunami tersebut dan perjalanan hidupnya mengantarkan kehidupan barunya sebagai seorang diplomat di KJRI Cape Town, Afrika Selatan. Tudiono mengatakan hampir 80 persen cerita dalam film tersebut didasarkan pada kisah nyata.

Dalam pembahasan awal film itu, tim dari Indonesia digawangi oleh Produser Wendra Lingga Tan dan asisten dari Production House Summerland. Sementara tim dari Afsel terdiri dari Makkie Slemong yang merupakan CEO Cape Town Film Studio pada 2014-2024 dan produser sekaligus film director Rafique.

Pembahasan dilakukan bersama Konjen RI Cape Town didampingi Konsul Ekonomi Setyo Hargyanto dan anggota DPR RI Wulan Sutomo Yasmin, yang turut memfasilitasi terjalinnya kerja sama perfilman Indonesia- Afsel.

Pembahasan tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan koordinasi dengan para calon peserta Pasar Rakyat dan Festival Film Indonesia.

Sementara itu, Makkie Slemong disebutkan sangat antusias dengan rencana pembuatan film komersial berlatar Indonesia-Afsel tersebut.

Proyek itu disebut "groundbreaking" karena mereka belum pernah membuat film kerja sama antara kedua negara sebelumnya. Mereka menyambut baik kerja sama tersebut.

Makkie Slemong berpendapat bahwa pada dasarnya kualitas film perlu didukung dengan pembiayaan yang baik, terutama untuk penggunaan visual effects pada adegan tsunami.

Oleh karena itu, mobilisasi dana pembiayaan, menurutnya, perlu diupayakan dari pemerintah, investor dan sponsor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Uzbekistan Kemas Air Mineral 5 Liter Berbentuk Dumbbell

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Uzbekistan Kemas Air Minera...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.