Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PBB: Tiongkok Paling Banyak Ajukan Paten AI Generatif

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh:
PBB: Tiongkok Paling Banyak Ajukan Paten AI Generatif Doc: ISTIMEWA
Ket. World Intellectual Property Organization (WIPO) - Sebanyak 54.000 paten diajukan untuk inovasi AI generatif dalam dekade menjelang 2023.

JENEWA -PBB pada hari Rabu (3/7) mengatakan jumlah pengajuan paten internasional untuk inovasi yang menggunakan kecerdasan buatan atauartificial intelligence (AI) generatif mutakhir telah melonjak delapan kali lipat dalam enam tahun, dengan mayoritas dari inovator yang berbasis di Tiongkok.

"Sebanyak 54.000 paten diajukan untuk inovasi AI generatif dalam dekade menjelang 2023," kata Organisasi Hak Kekayaan Intelektual Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa atauWorld Intellectual Property Organization (WIPO) dalam laporan terbaru.

WIPO mengatakan sebanyak 25 persen di antaranya diajukan pada tahun lalu saja.

"Apa yang disebut GenAI, di mana program komputer terlatih membuat segalanya mulai dari teks dan video hingga musik dan kode komputer dalam hitungan detik berdasarkan perintah sederhana, telah muncul sebagai teknologi yang mengubah permainan," kata kepala WIPO, Daren Tang.

Dikutip dari Barron, paten GenAI masih hanya mewakili enam persen dari semua paten AI secara global, tetapi jumlah pengajuan meningkat cepat.

WIPO menyoroti paten GenAI telah meningkat delapan kali lipat sejak 2017, ketika arsitektur jaringan saraf dalam di balik model bahasa besar yang telah menjadi identik dengan AI pertama kali diperkenalkan.

"Ini adalah area yang sedang berkembang pesat," kata manajer analisis paten WIPO, Christopher Harrison, kepada wartawan di Jenewa.

Dukung Industri

Teknologi ini mendukung berbagai produk industri dan konsumen, termasuk chatbot seperti ChatGPT dan Gemini milik Google.

Itu juga dapat melakukan hal-hal seperti membantu merancang molekul baru untuk pengembangan obat dan memungkinkan desain dan pengoptimalan produk baru.

Laporan WIPO menetapkan sebagian besar paten GenAI sejauh ini diajukan di luar Tiongkok. Laporan tersebut menunjukkan, antara tahun 2014 dan 2023, lebih dari 38.000 inovasi GenAI berasal dari negara tersebut.

Jumlah tersebut enam kali lebih banyak dari Amerika Serikat yang berada di posisi kedua dengan 6.276 kasus. Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan 4.155 kasus, diikuti oleh Jepang dengan 3.409 kasus.

"Sementara itu, India, tempat 1.350 paten GenAI diajukan, mencatat tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata tertinggi yakni 56 persen," kata WIPO.

Sebagian besar pelamar GenAI teratas berasal dari Tiongkok, dengan Tencent di atas, diikuti oleh Ping An Insurance, Baidu, dan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.