Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Anjlok Setelah Data Menunjukkan Ekonomi AS Melambat

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Anjlok Setelah Data Menunjukkan Ekonomi AS Melambat Doc: ANTARA/HO-Pertamina
Ket. Ilustrasi - Kegiatan eksploitasi minyak di lepas pantai.

TOKYO- Harga minyak turun pada awal perdagangan Kamis (4/7) setelah data ketenagakerjaan dan aktivitas bisnis AS keluar lebih lemah dari perkiraan, yang menjadi tanda-tanda ekonomi kemungkinan mendingin di negara konsumen minyak terbesar dunia itu.

Harga minyak mentah Brent turun 30 sen atau 0,34 persen menjadi $87,04 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 32 sen atau 0,38 persen menjadi $83,56 pada pukul 00.30 GMT (pukul 07.30) WIB, karena aktivitas melemah akibat libur Empat Juli di AS.

Di Amerika Serikat, data pada hari Rabu (3/7) menunjukkan pengajuan pertama untuk tunjangan pengangguran AS meningkat minggu lalu, sementara jumlah orang yang menganggur meningkat lebih lanjut ke titik tertinggi dalam 2-1/2 tahun menjelang akhir Juni.

Secara terpisah, laporan Ketenagakerjaan ADP menunjukkan gaji swasta meningkat sebanyak 150.000 pekerjaan pada bulan Juni, di bawah konsensus yang memperkirakan peningkatan sebesar 160.000, dan setelah naik sebanyak 157.000 pada bulan Mei.

Dalam tanda lebih lanjut hilangnya momentum dalam perekonomian, indeks ISM Non-Manufaktur, ukuran aktivitas sektor jasa AS, turun ke level terendah empat tahun sebesar 48,8 pada bulan Juni, jauh di bawah konsensus 52,5, di tengah penurunan tajam dalam pesanan.

Namun, data ekonomi yang lebih lemah dapat memperkuat argumen Federal Reserve untuk mulai memangkas suku bunga, kata para analis, suatu langkah yang akan mendukung pasar minyak karena suku bunga yang lebih rendah dapat meningkatkan permintaan.

"Arah data terkini sesuai dengan bias pelonggaran The Fed," kata analis ANZ Research dalam sebuah catatan. "Perlambatan momentum pertumbuhan akan mendukung dorongan disinflasi dalam beberapa bulan mendatang, yang membuka jalan bagi The Fed untuk memangkas suku bunga."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.