Waspadai Risiko Rupiah Melemah hingga Rp17.000/Dollar AS
📅 Rabu, 03 Jul 2024, 09:21 WIB | Oleh: Tim RedaksiSementara itu, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan potensi pelemahan rupiah hingga 17.000 rupiah per dollar AS masih terbuka karena cadangan devisa terus tergerus karena impor dan upaya stabilisasi nilai tukar. Di sisi lain, upaya menggenjot penerimaan valas dollar AS juga belum bervariasi caranya.
"Ditambah tahun depan jatuh tempo utang juga masih besar nilainya. Artinya, beban bayar cicilan utang dalam dollar AS dan bunga juga tinggi, sehingga generating income dalam dollar AS itu harus lebih banyak dilakukan," jelasnya.
Dinamika kebijakan suku bunga acuan the Fed tersebut mendorong rupiah makin tak menentu. Jika terus berlanjut, pelemahan rupiah bakal mengganggu perekonomian nasional.
Di sektor riil, pelemahan rupiah telah berdampak ke industri penerbangan. Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) meminta pemerintah memberikan relaksasi agar bisa bertahan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun relaksasi yang dimaksud bisa dalam perpajakan dalam pengadaan suku cadang pesawat, insentif, tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Passenger Service Charge (PSC), maupun harga bahan bakar avtur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!