Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengetatan Impor Bakal Dongkrak Optimisme Pelaku Industri

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengetatan Impor Bakal Dongkrak Optimisme Pelaku Industri Doc: Sumber: BPS - koran jakarta/ones

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan perlunya menyesuaikan pengaturan impor untuk mendongkrak optimisme pelaku industri di Tanah Air yang terpengaruh oleh pengetatan pasar global, serta adanya regulasi perdagangan yang kurang mendukung.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, di Jakarta, Senin (1/7), mengatakan sektor industri saat ini memang sudah masuk ke kondisi waspada. Optimisme para pelaku industri menurun terhadap perkembangan bisnis mendatang karena melemahnya pertumbuhan pesanan baru yang dipengaruhi oleh kondisi pasar, restriksi perdagangan di negara lain dan regulasi yang kurang mendukung.

Penurunan optimisme itu merujuk pada laporan S&P Global yang menyebutkan pertumbuhan sektor manufaktur kehilangan momentum pada Juni 2024, dengan angka Purchasing Manager's Index (PMI) Juni yang turun 1,4 poin menjadi 50,7 secara bulanan.

Hal itu disebabkan kenaikan yang lebih lambat pada hasil (output), permintaan baru, serta penjualan. Kondisi tersebut langsung mempengaruhi kepercayaan diri industri terhadap hasil bisnis selama 12 bulan mendatang.

Ia menyampaikan penyesuaian kebijakan atau policy adjustment yang diperlukan antara lain mengembalikan pengaturan impor ke Permendag No 36 Tahun 2023, serta pemberlakuan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) dan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) untuk sejumlah komoditas.

"Perlu adanya penyesuaian kebijakan untuk mendongkrak kembali optimisme dari pelaku industri," kata Febri.

Pengamat ekonomi dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Surabaya, Leo Herlambang, yang diminta pendapatnya, mengatakan pesimisme kalangan industri terjadi bukan hanya karena penurunan pesanan, namun juga disebabkan oleh kenaikan biaya produksi seiring dengan masih banyaknya industri yang mengandalkan bahan baku impor.

"Dengan kurs rupiah sekarang, sudah pasti dunia usaha berbasis bahan baku impor akan terdampak, daya saingnya menurun karena harga produksinya membengkak sehingga memang dibutuhkan kelonggaran bagi industri ekspor kita dari sisi kebijakan. Regulasi perizinan harus dipermudah dan insentif ditingkatkan karena bagaimanapun mereka ini pahlawan devisa negara. Jangan malah dipersulit," kata Leo.

Masa Depan

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan langkah pengetatan impor harus dilakukan secepatnya, supaya industri tekstil bisa bersaing dan punya masa depan.

Selain itu, juga perlu memikirkan kembali peraturan terkait impor tekstil dan pakaian jadi dalam khususnya pada Peraturan Menteri Perdagangan No 77/2019 tentang Ketentuan Impor dan Produk Tekstil.

Hal yang sama juga dengan Perdirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan No.02-03/BC/2018 tentang Pusat Logistik Berikat (PLB) yang masih dianggap belum efektif untuk membatasi kegiatan impor, terutama oleh PLB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.