Pacu Produksi Lokal untuk Redam Fluktuasi Kurs
📅 Senin, 01 Jul 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiHarga produksi juga akan meningkat, termasuk pupuk yang sangat dibutuhkan oleh petani. Maka, produk turunannya yaitu harga barang setengah jadi di dalam negeri akan meningkat.
"Dengan tekanan inflasi yang masih tinggi, saya rasa kenaikan biaya produksi susah diturunkan, sehingga akan menurunkan permintaan," kata Huda.
Begitu pula dengan harga gabah yang relatif tinggi, dan harga beras juga ikut terkatrol. Jadi, efek pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memiliki efek domino," katanya.
Bagi masyarakat yang menjadi spekulan, papar Huda, tentu untung terutama mereka yang pegang dollar, tetapi memang akan lebih baik kalau mereka melepas valuta asing (valas) di pasar untuk membantu membanjiri stok dollar AS di pasar. Itu pun jika mereka mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap ekonomi nasional dan bukan sebagai spekulan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rentan Gejolak Harga
Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, yang diminta terpisah, mengatakan risiko kebergantungan pada produk impor di antaranya adalah rentannya gejolak harga karena pelemahan nilai tukar.
"Selama kebergantungan impor tinggi, kita akan selalu diganggu oleh dampak pelemahan nilai tukar. Pertanyaannya ini sampai kapan, jika tak ada komitmen serius akhiri ketergantungan impor," tandas Awan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itu, perlu meningkatkan produksi pangan lokal/dalam negeri yang ditunjang perbaikan tata niaga/distribusi untuk mengurangi kebergantungan pada impor. Selain memacu produksi lokal, hal ini juga penting dilakukan untuk meminimalisir dampak fluktuasi nilai tukar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!