Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Desak Warga Taiwan untuk Berkunjung 'Tanpa Rasa Khawatir'

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Desak Warga Taiwan untuk Berkunjung 'Tanpa Rasa Khawatir' Doc: AFP
Ket. Tiongkok baru-baru ini mengancam akan menuntut, dan dalam kasus ekstrem, hukuman mati bagi separatis kemerdekaan Taiwan.

BEIJING - Tiongkok mendesak warga Taiwan untuk mengunjungi daratan "tanpa rasa khawatir sedikit pun", mengecam keputusan Taiwan menaikkan tingkat peringatan perjalanan setelah Beijing mengancam akan menargetkan para pendukung kemerdekaan.

Minggu lalu, Beijing menerbitkan pedoman peradilan tentang hukuman pidana bagi para pendukung kemerdekaan Taiwan, termasuk hukuman mati untuk kasus-kasus "yang sangat serius" yang melibatkan para pendukung "garis keras".

Sebagai tanggapan, pemerintah Taiwan pada hari Kamis mendesak masyarakat untuk menghindari "perjalanan yang tidak perlu" ke daratan Tiongkok dan Hong Kong.

Pemerintah juga menaikkan peringatan perjalanan ke Tiongkok ke level "oranye" tertinggi kedua.

Namun Zhu Fenglian, juru bicara badan yang bertanggung jawab atas urusan Taiwan, mengatakan dalam sebuah pernyataan Jumat (28/6) malam bahwa arahan peradilan baru tersebut "ditujukan hanya pada sejumlah kecil pendukung 'kemerdekaan Taiwan', yang terlibat dalam tindakan dan ucapan jahat".

"Sebagian besar warga Taiwan yang terlibat dalam pertukaran dan kerja sama lintas-selat tidak perlu merasa khawatir sedikit pun ketika datang atau meninggalkan daratan Tiongkok," katanya.

"Mereka dapat datang dengan semangat tinggi dan meninggalkan tempat itu dengan rasa puas selama menginap," tambahnya.

Tiongkok Daratan dan Taiwan terpecah setelah perang saudara Tiongkok yang berakhir pada tahun 1949.

Sejak itu, Tiongkok mengklaim pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya. Beijing mengatakan menginginkan "reunifikasi secara damai" namun menolak mengesampingkan penggunaan kekerasan untuk mengendalikan negara tersebut.

Beijing belum melakukan komunikasi tingkat tinggi dengan Taipei sejak tahun 2016, ketika Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik (DPP) menjadi pemimpin Taiwan. Mereka mencap penggantinya, Presiden Lai Ching-te, "separatis berbahaya".

"Otoritas DPP telah mengarang alasan untuk menipu masyarakat di pulau itu" dan "menghasut konfrontasi dan oposisi", kata Zhu dalam pernyataannya.

Banyak warga Taiwan yang bepergian ke Tiongkok daratan untuk bekerja, belajar, atau berbisnis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.