Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jelajahi Suasana Desa dengan Bersepeda

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Jelajahi Suasana Desa dengan Bersepeda Doc: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Pertambangan galian C membuat lingkungan Desa Bilebante mengalami kerusakan. Berkat kesadaran warganya dan layanan wisata yang dikembangkan, desa ini menjadi salah satu tujuan untuk menjelajahi kekayaan wisata alam, budaya, dan kuliner dengan bersepeda.

Di Desa Bilebante, wisatawan dapat menikmati liburan yang menyenangkan ala kampung dengan suasana asli pedesaan. Tempat rekreasi ini diklaim cocok untuk keluarga, teman, pasangan, ataupun sahabat.

"Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga," demikian mottonya.

"Nikmati berbagai fasilitas yang kami siapkan untuk rekreasi kami seperti kulineran masa kecil khas Lombok, menyusuri sawah dan hutan menggunakan sepeda dan ATV, belajar memanah hingga menikmati pijatan khas Bilebante, semuanya kami kemas menarik dengan harga hemat," tulis laman bilebante.com.

Sebelum menjadi desa wisata yang banyak dikunjungi, masyarakat Desa Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menyandarkan hidup dari tambang galian C seperti batu, batu kerikil, dan pasir. Namun tambang ini menciptakan ketegangan karena keberadaannya dianggap mengancam lingkungan persawahan dan perkebunan.

Lalu lalang truk yang membawa material tambang ini membuat jalan di sini mengalami kerusakan. Truk yang lewat menerbangkan debu yang ada di permukaan jalan. Atas kondisi tersebut Bilebante pernah dikenal sebagai "desa debu".

Di Bilebante penambangan galian C telah berlangsung sejak 1990-an. Puluhan hektare lahan baik sawah maupun kebun di desa itu berubah menjadi tambang pasir yang sulit dikembalikan seperti semula.

Khawatir semakin banyak sawah dan perkebunan yang dijadikan tambang pasir, pemerintah Desa Bilebante mengeluarkan awig-awig atau peraturan desa (perdes) pada 2007. Aturan ini membuat penambangan pasir berkurang dan benar-benar berhenti pada 2016 ketika hadir Desa Wisata Hijau Bilebante.

Sebenarnya Bilebante yang berjarak 15,7 kilometer dari Kota Mataram tidak memiliki keindahan alam yang bisa memikat pengunjung. Tidak ada gunung, air terjun, hutan, sungai, apalagi lautan dengan pasir putih. Desa ini hanya memiliki sawah dan kebun yang luas dengan jalan-jalan yang membelahnya.

Direktur Desa Wisata Hijau Bilebante, Pahrul Azim, dalam sebuah lokakarya tentang desa wisata pada 2015, berkenalan dengan sejumlah pihak yang menunjukkan betapa Bilebante punya potensi besar sebagai desa wisata. Salah satunya Bilebante memiliki lubang bekas tambang.

Selanjutnya pada tahun 2015, warga membentuk Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Hijau (DWH) Bilebante. Pada tahun 2016, DWH Bilebante diluncurkan secara resmi dengan dukungan dari Kepala Desa Bilebante, Rakyatul Liwaudin.

Ia kemudian memberanikan diri mendaftarkan Bilebante sebagai salah satu desa binaan wisata. Gayung bersambut, Bilebante lolos sebagai satu dari tiga desa binaan Deutsche Gesellschaft für Internationale (GIZ). Dari sini mendorong warga untuk belajar menganalisis potensi yang ada di desanya.

Dari situ ditemukan beberapa potensi wisata di desa itu antara lain pura tertua di Lombok Tengah. Di desa ini memang selain suku Sasak juga dihuni oleh suku Bali. Potensi lainnya adalah Sumur Jodoh, Gong Gress, Lembah Gardenia yang semuanya dahulunya bekas galian tambang pasir. Potensi lainnya adalah berbagai kerajinan.

Untuk mengeksplorasi potensi keindahan yang dimiliki, ia memulai dengan menawarkan paket wisata pertama yakni bersepeda keliling desa. Sepeda diperoleh dengan cara meminjam ke beberapa warga yang memiliki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.