Review Film Animasi Lokal 'Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet'
📅 Jumat, 28 Jun 2024, 17:09 WIB | Oleh: OpikPermasalahan dalam "Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet" mengambil kisah realistis kehidupan di kota besar seperti realitas di dunia nyata, namun juga banyak menonjolkan fantasi untuk membangkitkan imajinasi penonton.
Pesan moral yang dapat diambil dari film ini juga baik untuk ditanamkan kepada penonton anak-anak, yakni kedekatan keluarga di tengah kesulitan yang menerpa.
Kualitas suara
Sejak awal menyaksikan, sedikit kekurangan pada kualitas suara pada film ini. Suara karakter saat berdialog terdengar "terpendam" sehingga membuat artikulasi dari pengucapan karakter menjadi seperti bergumam atau kurang jelas, bahkan sesekali tidak terdengar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Awalnya kami berfikir ini hanya masalah teknis pada pengeras suara bioskop. Namun, suara sangat jernih saat karakter bernyanyi atau sedang melakukan adegan musikal, dan kembali "terpendam" ketika berdialog.
Meski begitu, bukan berarti film ini tidak dapat dinikmati. Lama-kelamaan dapat terbiasa dan tetap dapat menangkap pengucapan yang disampaikan, begitu juga alur ceritanya.
Semoga saja ada perbaikan setelah pemutaran perdana hingga film tersebut secara resmi ditayangkan untuk publik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara keseluruhan, "Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet" merupakan film jenaka yang tak hanya untuk anak, namun juga dapat dinikmati orang dewasa. Film ini juga cocok untuk dinikmati keluarga semasa libur sekolah saat ini.
Mendukung industri animasi lokal
Menyaksikan film ini juga dapat menjadi bentuk dukungan terhadap industri animasi lokal. Film animasi karya Anak Bangsa seperti "Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet" perlu didukung selagi membantu perkembangan industri animasi Tanah Air yang terus berkembang.
Hal itu juga disampaikan oleh Indro Warkop, yang menyuarakan dukungannya terhadap industri animasi lokal usai mengisi suara pada film "Si Juki The Movie: Harta Pulau Monyet."
Pada pemutaran perdana film ini, yang digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (22/6) malam, aktor kelahiran 8 Mei 1958 ini berpendapat bahwa talenta lokal di bidang animasi tak kalah dengan luar negeri.
"Kalau kalian nonton film kartun di luar negeri lihat deh dirolling title-nya itu banyak sekali nama-nama orang Indonesia loh ahli-ahlinya," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!