Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bisnis Industri Kreatif Prospektif

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 10:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bisnis Industri Kreatif Prospektif Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Prospek bisnis industri kreatif, khususnya di sektor fesyen dan kriya, makin cerah seiring meningkatnya keterlibatan para desainer muda. Mereka terus mengembangkan gagasan kreatifnya untuk menghasilkan produk inovatif, bernilai ekonomi, berdaya jual, dan berkelanjutan.

Melihat perkembangan positif ini, Kementerian Perindustrian (Kememperin) secara progresif mendorong ekosistem industri kreatif agar lebih maju dan berkolaborasi. Tahun ini, Kemenperin kembali menyelenggarakan Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) 2024. Kegiatan ini dimotori oleh Unit Pelaksana Teknis Bali Creative Industry Center (BCIC) yang saat ini beralih nama menjadi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), yang berada di bawah Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA).

IFCA merupakan kompetisi desain nasional sejak 2015 yang bertujuan mencari desainer muda berbakat, dengan visi sustainability dalam bidang kriya dan fesyen. "Kemenperin berharap IFCA tidak hanya menjadi sebuah kompetisi, namun menjadi upaya kita bersama dalam merealisasikan industri fesyen dan kriya yang semakin inklusif dan berkelanjutan sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional dengan pendekatan pengembangan desain, kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita saat peluncuran Program IFCA Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (25/6).

Reni mengungkapkan pertumbuhan nilai tambah industri kreatif pada 2023 naik 10,5 persen dibandingkan 2022 (yoy) menjadi 1.414,8 triliun rupiah. "Dari nilai tersebut, sektor fesyen dan kriya menjadi dua sektor yang berkontribusi sekitar 33 persen. Tentunya ini merupakan sebuah capaian yang membanggakan dan menunjukkan bahwa prospek industri kreatif di Indonesia semakin besar," ungkapnya.

Di dalam ekosistem industri kreatif, desain produk menjadi aspek yang sangat penting lantaran memengaruhi nilai dan keputusan pembeli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Apakah AS Siap Berperang dengan Tiongkok?

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Apakah AS Siap Berperang de...
Nasional
IDAI Ingatkan Risiko Gadget...
Nasional
Kemenhub Perketat Pengawasa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

Blind Spot Udara di Indonesia Timur Rawan Intersepsi Pesawat Asing

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.