Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Kalsel Antisipasi Perubahan Iklim yang Tidak Merata

📅 Senin, 24 Jun 2024, 20:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Kalsel Antisipasi Perubahan Iklim yang Tidak Merata Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Kepala BPBD Kalsel Raden Suria Fadliansyah (kiri) didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi (kanan) memberikan keterangan di sela kegiatan sertifikasi kompetensi LSP PB BNPB di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (24/6/2024).

Banjarbaru - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Selatan melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi perubahan iklim yang diperkirakan tidak merata di 13 kabupaten/kota di provinsi ini.

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau dan musim hujan terjadi secara bersamaan di wilayah Kalimantan Selatan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi di sela-sela kegiatan sertifikasi kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi Penanggulangan Bencana Pusdiklat BNPB di Banjarbaru, Senin.

Dia menyebutkan sebelumnya diperkirakan pada Juni sudah memasuki musim kemarau, namun ternyata meleset dari prakiraan sehingga potensi musim kemarau dan musim hujan dapat melanda wilayah Kalsel secara bersamaan.

"Karena itu kami melakukan upaya pencegahan dari dampak kemarau dan dampak dari musim hujan," ujarnya.

Bambang menjelaskan, upaya yang dilakukan salah satunya dengan melakukan normalisasi sungai yang telah dilaksanakan beberapa SKPDuntuk menyiapkan cadangan air di tiap bendungan guna menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain itu, juga pembuatan peta potensi bencana musim hujan dan musim kemarau agar sumber daya manusia (SDM) penanggulangan bencana selalu siap sedia memantau dan menganalisa lokasi-lokasi yang rawan bencana.

Kemudian, meningkatkan wawasan dan pengetahuan SDM BPBD untuk menguasai lapangan dan mengetahui langkah-langkah penanggulangan baik sebelum terjadi bencana, saat bencana, hingga setelah bencana.

Bambang mengatakan SDM BPBD Kalsel juga saat ini mengikuti tahapan uji kompetensi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas tentang kebencanaan.

"Kami melibatkan semua SKPD, karena langkah mitigasi ini akan berhasil jika semua pemangku kepentingan terlibat, termasuk awak media untuk turut membantu publikasi guna mengedukasi masyarakat tentang langkah pencegahan bencana," tuturnya.

Kepala BPBD Kalsel Raden Suria Fadliansyah menyebutkan langkah mitigasi yang paling utama adalah dengan cara memperkuat wawasan SDM penanggulangan bencana sehingga dapat menentukan langkah-langkah solutif dalam pencegahan bencana.

"Tujuan memperkuat wawasan SDM utamanya untuk mengurangi dampak saat terjadi bencana. Sebelum personel turun ke lapangan, maka pengetahuannya harus dibenahi dan ditingkatkan sehingga upaya pertolongan yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih maksimal," ujar Suria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.