Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

12 Provinsi Diminta Waspada Dampak Hujan Deras

📅 Senin, 24 Jun 2024, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
12 Provinsi Diminta Waspada Dampak Hujan Deras Doc: antara

BMKG meminta 12 provinsi di Tanah Air untuk mewaspadai potensi hujan deras disertai petir dan kilat meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau.

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan 12 provinsi agar mewaspadai dampak potensi diguyur hujan berintensitas deras pada Minggu (23/6).

Dilansir dari laman BMKG di Jakarta, Minggu, ke-12 provinsi yang mesti mewaspadai dampak hujan deras yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

Kemudian, sebagian besar daerah di Provinsi Maluku Utara, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai turunnya hujan deras yang disertai petir dan kilat di sejumlah daerah, yakni di Banjarmasin, Samarinda, Mamuju, Manado, dan Kota Gorontalo yang diprakirakan terjadi pada Minggu siang-sore.

Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia yang masih tinggi bisa saja terjadi, meskipun sebenarnya sudah mulai memasuki musim kemarau.

Menurut dia potensi peningkatan hujan dipicu oleh adanya beberapa dinamika atmosfer yang masih aktif berada di wilayah Indonesia, yakni fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang ekuatorial Rossby Kelvin, hingga pola sirkulasi siklonik dan potensi pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin.

Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan tim meteorologi BMKG dapat menimbulkan potensi hujan berintensitas sedang-lebat yang disertai kilat/petir angin kencang.

BMKG menilai kondisi demikian bisa juga menimbulkan dampak cuaca ekstrem kebencanaan hidro-meteorologi yang meliputi banjir, banjir bandang, banjir lahar hujan, tanah longsor dan seterusnya, meskipun di saat yang bersamaan Indonesia mulai dilanda musim kemarau kering pada medio bulan Juni - September 2024.

Dua Warga Hilang

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan banjir bandang melanda dua desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong.

"Banjir bandang terjadi di Desa Sibalago dan Desa Sienjo di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong pada Minggu (23/6) dini hari sekitar pukul 04.38 WITA," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andy Sembiring di Kota Palu, Minggu.

Ia menjelaskan peristiwa banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi sejak malam hari dan menyebabkan meluapnya Sungai Toribulu yang bertemu dengan air laut pasang sehingga menyebabkan terjadinya banjir bandang.

Menurut dia, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong saat ini masih berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan asesmen di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.