Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla di Gunung Bromo Tidak Sampai Mengganggu Upacara Kasada Masyarakat Tengger

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 14:45 WIB | Oleh:
Karhutla di Gunung Bromo Tidak Sampai Mengganggu Upacara Kasada Masyarakat Tengger Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Ilustrasi Gunung Bromo. Meskipun api telah berhasil dipadamkan, saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan pada lokasi area terbakar dengan menggunakan jet shooter untuk memastikan tidak ada api yang tersisa.

SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, pada Jumat (21/6), mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TBTS), sejak Rabu (19/6), tidak sampai berdampak pada ritual masyarakat adat Tengger. Rencananya, warga kawasan tersebut akan menggelarvUpacara adat Yadnya Kasada tahun 2024 digelar pada Jumat hingga Sabtu, yang juga menarik perhatian wisatawan.

"Beberapa titik memang ada (api). Tapi wilayahnya beda, upacara di Sukapura, tapi ini (karhutla) berbeda, bukan yang dekat dengan Gunung Bromo," tuturnya di Surabaya.

Adhy mengaku, hari ini akan melakukan pemantauan (karhutla) yang terjadi di TBTS menggunakan helikopter.

"Siang ini saya akan melihat dari atas. Teman-teman BPBD sudah di ssna, kalau nanti bisa dipadamkan dengan manual ya secepatnya, kalau tidak, seperti waktu-waktu sebelumnya kita akan meminta bantuan untuk water bombing (pemadaman lewat udara)," ujar Adhy.

Secara terpisah, Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani di Kota Malang, mengatakan bahwa kebakaran di dalam kawasan taman nasional itu, berhasil dipadamkan kurang lebih pada Kamis pukul 11.00 WIB.

"Api berhasil dipadamkan pada tanggal 20 Juni 2024 sekitar pukul 11.00 WIB," kata Septi, seperti dikutip dari Antara.

Septi menjelaskan kebakaran hutan dan lahan tersebut, tepatnya terjadi di kawasan sekitar Puncak Lempitan, dengan posisi di sebelah timur selatan Puncak Lamen, Resort PTN Wilayah Gunung Penanjakan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, meskipun api telah berhasil dipadamkan, saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan pada lokasi area terbakar dengan menggunakan jet shooter untuk memastikan tidak ada api atau bara api yang tersisa.

Dalam upaya untuk menangani kebakaran yang dilaporkan terjadi pada Rabu (19/6) pukul 17.30 WIB tersebut, kurang lebih 20 personel yang diterjunkan mencakup Masyarakat Peduli Api (MPA) Resort PTN Wilayah Gunung Penanjakan, Coban Trisula, Jabung, dan MPA Ngadas.

"Saat ini petugas melakukan proses mop up atau pendinginan di lokasi area terbakar dengan air menggunakan jet shooter," katanya.

Pihak Balai Besar TNBTS, lanjutnya, saat ini masih melakukan analisa dan identifikasi terkait areal terdampak kebakaran hutan dan lahan itu. Sementara jenis tumbuhan yang terdampak, di antaranya adalah rumput merakan, alang-alang, akasia dan cemara gunung.

"Untuk luas kebakaran, saat ini petugas sedang menganalisa dan mengidentifikasi luas area yang terbakar," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

51 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...
Megapolitan
Gardu Induk Gandul Sudah Pu...
Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...
Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.