Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPIP: Buku Teks Utama Pancasila Jadi Referensi Pendidikan Pancasila

📅 Jumat, 21 Jun 2024, 21:18 WIB | Oleh:
BPIP: Buku Teks Utama Pancasila Jadi Referensi Pendidikan Pancasila Doc: istimewa
Ket. Pengkajian dan monitoring implementasi Buku Tes Utama Pendidikan Pancasila pada Satuan Pendidikan di Bawah Koordinasi Kementerian Agama Jawa Tengah, di Solo, Jumat (21/6).

SOLO - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melakukan kegiatan pengkajian dan monitoring implementasi Buku Tes Utama (BTU) Pendidikan Pancasila pada Satuan Pendidikan di Bawah Koordinasi Kementerian Agama Jawa Tengah, di Solo, Jumat (21/6).

Menurut siaran persnya, dalam acara ini, guru-guru dan para pendidik di bawah naungan Kementerian Agama di wilayah Jawa Tengah hadir sebagai peserta.

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, membuka acara ini, dengan ditemani oleh Deputi Bidang Pengkajian dan Materi, Surahno, beserta jajaran Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan BPIP.

"Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan PP Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional telah menyatakan Pancasila merupakan muatan wajib dalam kurikulum setiap jenjang pendidikan dalam rangka pengamalan nilai Pancasila pada kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Yudian dalam pembukaannya.

Dia menyatakan penggunaan dan pemanfaatan BTU merupakan upaya bersama untuk membuat nilai Pancasila diimplementasikan oleh generasi muda.

"Buku ini adalah pondasi agar generasi muda bisa merasa lebih dekat dengan Pancasila, sehingga dapat melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. BTU Pancasila ini tidak sama dengan kewarganegaraan."

"Dengan demikian, implementasi BTU menitikberatkan pada praktik, dengan materi kognitif sebanyak 30 persen dan 70 persen aktualisasi Pancasila. Diharapkan, lewat pendidikan Pancasila yang didasarkan oleh BTU ini, mengokohkan para pelajar terhadap pengetahuan, keyakinan dan habituasi Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar dan ideologi negara, pandangan hidup bangsa, falsafah dasar bangsa, dan pemersatu bangsa secara berkesinambungan dari waktu ke waktu dan dari generasi ke generasi," kata Yudian.

Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, hadir sebagai nara sumber dalam acara tersebut. Saat sesi pemaparan, dia menyampaikan pendidikan Pancasila berbeda dengan pendidikan kewarganegaraan.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Pendidikan Pancasila itu berbeda dengan pendidikan kewarganegaraan. Kewarganegaraan itu mengajarnya bagaimana menjadi warga negara Indonesia yang baik, tetapi Pancasila itu mengajarkan nilai dan rasa Pancasila. Apa saja itu? Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Gotong Royong, serta Keadilan Sosial. Nilai-nilai itulah yang diajarkan lewat pendidikan Pancasila ini," jelas Benny, sapaan akrabnya.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP tersebut menambahkan, contoh-contoh teladan hidup tokoh yang mengamalkan nilai Pancasila.

"Bung Hatta, boleh jadi referensi. Bagaimana beliau tidak menggunakan pengaruhnya, walaupun seorang Wakil Presiden Pertama dan juga salah satu proklamator, untuk mendapatkan sepatu merek mahal idamannya. Agus Salim, juga. Bagaimana saat naik kereta, tidak mengusir masyarakat dan membawa kursi sendiri, karena beliau tahu, kursi itu milik semua; bukan karena beliau seorang pejabat, bisa seenaknya mengusir orang," tuturnya.

Benny pun menjelaskan 30 persen kognitif dan 70 persen aktualisasi Pancasila dalam pendidikan Pancasila tersebut.

"Di dalam pendidikan ini, anak-anak akfit diajak berefleksi untuk melihat realitas dan kenyataan dan melihat nilai-nilai Pancasila dalam kenyataan hidup. Ini yang perlu benar diajarkan kepada anak-anak."

Pakar komunikasi politik ini pun menyatakan tantangan guru-guru saat ini memang berat, dengan adanya globalisasi dan era digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

14 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.