Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengagetkan, Ratusan Pengembang Perumahan di Bekasi Belum Serahkan PSU

📅 Kamis, 20 Jun 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Ratusan Pengembang Perumahan di Bekasi Belum Serahkan PSU Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Perumahan Bumi Cibarusah Asri di Desa Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditinggalkan pengembang tanpa penyerahan lahan fasilitas sosial dan umum hingga menjadi kendala pemerintah daerah membangun sarana publik.

Kabupaten Bekasi - Ratusan pengembang perumahan di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat belum menyerahkan lahan fasilitas sosial dan umum atau Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) ke pemerintah daerah, berdasarkan data instansi terkait.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Bekasi Nur Chaidir mengatakan dari total 400 lebih pengembang perumahan di wilayah itu, baru 71 pengembang yang sudah menyerahkan lahan dimaksud untuk dikelola pemerintah daerah.

"Dari 400 lebih pengembang properti di Kabupaten Bekasi, baru 71 pengembang yang terdata sudah menyerahkan lahan PSU ke kami. Sekitar 12 pengembang masih tahap proses penyerahan, ini yang terus kami upayakan," katanya di Cikarang, Rabu.

Ia menyatakan penyerahan lahan PSU ini sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan, Rumah Susun, dan Perniagaan di Kabupaten Bekasi.

Sesuai ketentuan dimaksud, seluruh pengembang perumahan diwajibkan menyerahkan lahan PSU kepada pemerintah daerah untuk dikelola demi kepentingan publik setelah pembangunan fisik perumahan selesai.

Pihaknya secara berkala setiap satu bulan sekali melaporkan perkembangan penyerahan lahan PSU kepada Tim koordinasi dan supervisi, pencegahan korupsi terintegrasi atau Kopsurgah KPK RI agar upaya tersebut bisa berjalan lebih optimal.

"Kami akan terus mengupayakan supaya lahan tersebut bermanfaat dan dapat dikendalikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan publik," ucapnya.

Chaidir menyebutkan pemanfaatan lahan fasilitas sosial dan umum kawasan perumahan ini dapat digunakan untuk berbagai kepentingan publik antara lain sarana ibadah, kesehatan, pendidikan, taman, serta kepentingan umum lain.

Semakin banyak pengembang properti yang bersedia menyerahkan lahan tersebut maka semakin tinggi pula tingkat manfaat lahan bagi kepentingan masyarakat secara luas, termasuk pemberdayaan ekonomi dari hasil pembangunan PSU.

"Kami tentu berharap para pengusaha properti memiliki itikad baik menyerahkan lahan PSU demi kepentingan publik karena kami tidak bisa membangun fasilitas umum kalau belum diserahkan. Memang ada beberapa pengembang yang belum selesaikan pembangunan juga makanya belum bisa melakukan serah terima PSU," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.