Intur 2024 Angkat Sistem Pengairan Subak Sebagai Warisan Budaya Dunia
📅 Kamis, 20 Jun 2024, 16:49 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), akan menyelenggarakan Mega Festival Indonesia Bertutur (Intur) 2024 dengan tema Subak: Harmoni dengan Pencipta, Alam, dan Sesama. Diselenggarakan Direktorat Jenderal Kebudayaan, tema tersebut dipilih karena subak sebagai sistem pengairan masyarakat Bali itu telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2012.
"Filosofi subak sarat akan makna keseimbangan hubungan antara manusia dengan pencipta, sesama, dan alam. Konsep ini dikenal oleh masyarakat Hindu Bali sebagai falsafah Tri Hita Karana," kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid dalam konferensi pers Intur yang diadakan di Jakarta Rabu (19/6).
Ajang Intur 2024 yang diadakan untuk kedua kalinya akan dilaksanakan pada 7-18 Agustus 2024 dengan mengambil tempat di tiga lokasi di Bali, antara lain Batubulan, Ubud, dan Nusa Dua. Mengusung semangat Mengalami Masa Lalu, Menumbuhkan Masa Depan, festival ini diharapkan dapat mewujudkan gerakan dalam menggali pengetahuan warisan budaya Indonesia sejak masa prasejarah hingga abad ke-15 melalui wadah film, musik, media, dan seni pertunjukan.
Hilmar menjelaskan, filosofi subak yang diusung Indonesia Bertutur sarat akan makna keseimbangan hubungan antara manusia dengan pencipta, sesama, dan alam. Konsep ini dikenal oleh masyarakat Hindu Bali sebagai falsafah Tri Hita Karana.
"Bali dipilih karena ada subak yang merupakan Warisan Budaya Dunia UNESCO. Selama ini Bali sudah dikenal sangat luas namun subaknya belum banyak dikenal. Kami ingin memperkenalkan tradisi yang panjang yang saat ini masih kurang dikenal," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan dipilihnya Bali sebagai tempat diadakannya Intur 2024 setelah sebelumnya diadakan Borobudur pada 2022 bukan bermaksud hanya menjadikan Jawa dan Bali tidak menjadikan kedua pulau sebagai fokusnya atau dalam istilah Jawa dan Bali sentris. Pada festival selanjutnya rencananya akan diadakan di Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Labuan Bajo, Flores Nusa Tenggara Timur demi menepis anggapan tersebut.
Hilmar menambahkan, peran kebudayaan sangatlah penting. Warisan pengetahuan dari leluhur bangsa ini menjadi sumber daya yang luar biasa bagi bangsa dalam memikirkan alternatif solusi bagi kondisi sekarang dan masa depan. Penyelenggaraan Intur adalah upaya menggali serta mengkomunikasikan warisan budaya tersebut.
"Dengan memanfaatkan ragam budaya dan teknologi yang akan ditampilkan pada Indonesia Bertutur, masyarakat Indonesia dapat melihat relevansi antara masa lalu dengan masa kini dan dapat melihat bagaimana kita dapat berperan sehingga kebudayaan dapat terus menjadi sumber kehidupan di masa depan," paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra mengungkapkan bahwa setiap penyelenggaraan Intur selalu mengedepankan semangat menjaga budaya yang berkelanjutan dan menginspirasi. Festival ini adalah bagian upaya berkelanjutan pemajuan kebudayaan dengan tujuan membangun jembatan pengetahuan lokal dengan keadaan era 4.0.
Mendorong peran aktif generasi muda dalam melindungi serta memanfaatkan peninggalan sejarah, menyediakan platform kolaborasi untuk seniman lintas disiplin, dan memaknai warisan ilmu pengetahuan sebagai sumber kreativitas bangsa," imbuhnya.
Seperti sebelumnya Intur 2024 kata Mahendra akan merangkul semua kalangan untuk mengedepankan lokalitas budaya dalam ekosistem berkelanjutan. Dengan menggandeng lebih dari 900 pelaku budaya yang berasal dari 15 negara. Ia optimis festival budaya ini yang dapat dinikmati oleh semua generasi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Artistik Indonesia Bertutur 2024, Melati Suryodarmo menyebut, Intur ingin mengajak para pelaku budaya memiliki semangat yang sama untuk mengangkat pengetahuan berkaitan dengan sumber pangan dan kehidupan agraris di Indonesia dengan tetap memperhatikan harmonisasi antar manusia dengan manusia, alam, dan Tuhan.
"Seperti nilai yang terkandung dalam Subak, Indonesia Bertutur diharapkan dapat menjadi pemicu dalam menjaga keseimbangan kehidupan antara masyarakat, alam, dan spiritual dalam kenyataan hari ini," ujarnya.
Senada dengan Mahendra, Direktur Festival Indonesia Bertutur 2024, Taba Sanchabakhtiar, mengungkapkan bahwa dirinya berharap festival ini dapat memberi pengalaman baru kepada seluruh masyarakat yang hadir nantinya. Pada festival tersebut mereka dapat mengeksplorasi keanekaragaman seni dan budaya bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!