Menanti Data Perdagangan RI
📅 Rabu, 19 Jun 2024, 08:00 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah usai libur panjang memperingati Idul Adha. Ruang pelemahan rupiah makin terbuka lebar jika data Neraca Perdagangan Indonesia yang dirilis, hari ini (19/6), menunjukkan catatan negatif.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (19/6), melemah hingga menyentuh level 16.500 rupiah per dollar AS apabila rilis neraca perdagangan RI mencatatkan defisit. Faktor lainnya, lanjut Fikri, jika keseimbangan fiskal menunjukkan nilai defisit dan transaksi berjalan juga melanjutkan defisit.
Dari eksternal, menurut Fikri, pengaruh suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed cenderung terbatas terhadap pergerakan rupiah. Pasalnya, indeks harga konsumen (CPI) AS pada Mei lalu lebih rendah dari April dan di bawah ekspektasi pasar.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan, Jumat (14/6), ditutup melemah 142 poin atau 0,87 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.412 rupiah per dollar AS. Pelemahan disebabkan sentimen global terkait pemangkasan suku bunga AS atau Fed Fund Rate (FFR).
"Rupiah masih akan bergerak fluktuatif, hal ini disebabkan oleh sentimen global dan juga domestik," kata ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi global, terlihat pasar masih menyambut baik hasil rapat Federal Open Market Commettee AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!