Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komnas Perempuan: Kasus Kematian Suami Dibakar Istri Merupakan Puncak Tekanan yang Dialami Istri

📅 Sabtu, 15 Jun 2024, 04:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas Perempuan: Kasus Kematian Suami Dibakar Istri Merupakan Puncak Tekanan yang Dialami Istri Doc: ANTARA/HO-Ira Kristina
Ket. Ketua Komnas Perempuan Republik Indonesia Andy Yentriyani.

Jakarta - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memandang bahwa kasus kematian suami yang dibakar oleh istrinya di Mojokerto, Jawa Timur, merupakan puncak kekesalan istri atas banyaknya tekanan yang dihadapinya.

"Tindak pembakaran tersebut tampaknya merupakan eskalasi masalah dan respons reaktif istri pada tekanan yang semakin membesar di dalam perkawinannya," kata Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani, dalam keterangan, di Jakarta, Jumat.

Dia menilai pihak istri terus berada di bawah tekanan berlapis, baik ekonomi maupun psikis karena suami kerap menghabiskan uang untuk berjudionline, padahal mereka mempunyai tiga anak berusia di bawah tiga tahun, yang terdiri atas satu anak berusia 2 tahun dan dua anak kembar berusia 4 bulan yang masih menyusui.

Kelelahan fisik dan psikis dalam perawatan tiga anak tersebut diperburuk dengan pertengkaran berulang kali akibat judionlineyang tidak mendapat tanggapan dari suaminya.

Kekerasan dalam rumah tangga dalam bentuk kekerasan ekonomi dan psikis ini tidak segera mendapatkan bantuan.

"Kondisi tekanan sedemikian memuncak hingga pada tindakan membakar suaminya," kata Andy Yentriyani.

Komnas Perempuan menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian korban dan menempatkan perempuan menjadi pihak yang berkonflik dengan hukum ini.

Komnas Perempuan mengajak seluruh pihak untuk memfokuskan pada upaya pencegahan, proses hukum, dan pemulihan bagi keluarga yang mengalami situasi tersebut.

Andy Yentriyani mengingatkan bahwa semua pihak perlu memetik pembelajaran dari peristiwa ini.

Sebelumnya, kejadian tragis menimpa anggota Samapta Polres Jombang Briptu RWD.

Korban dibakar istrinya sendiri yang juga seorang polisi wanita, Briptu FN, di Kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto, Jawa Timur, pada Sabtu (8/6).

Briptu RWD sempat menjalani perawatan medis di ruangan ICU RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto karena menderita luka bakar 96 persen. Namun, nyawanya tak tertolong.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (9/6).

Polda Jawa Timur telah menetapkan Briptu FN, istri korban, sebagai tersangka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.