Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

10 Daerah di Sulteng Berstatus Waspada Dampak Hidrometeorologi

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
10 Daerah di Sulteng Berstatus Waspada Dampak Hidrometeorologi Doc: ANTARA/Kristina Natalia
Ket. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Nur Alim.

PALU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan 10 daerah di Provinsi Sulawesi Tengah mewaspadai dampak hidrometeorologi yang pengaruhi oleh hujan.
Potensi hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat masih terjadi di Sulawesi Tengah, meskipun saat ini secara keseluruhan di Indonesia mulai memasuki musim kemarau," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis-Aljufi Palu Nur Alim di Palu, Jumat (14/6).

Berdasarkan rilis diterbitkan stasiun Meteorologi Sis-Aljufi Palu 10 daerah dengan status waspada yakni Kabupaten Tojo Una-una, Banggai, Buol, Parigi Moutong, Tolitoli, Donggala, Morowali, Morowali Utara, Poso dan Sigi, imbauan ini berlaku hingga 16 Juni 2024.

Oleh sebab itu masing-masing pemerintah daerah (pemda) perlu melakukan upaya antisipasi guna memitigasi dampak yang ditimbulkan dari potensi bencana hidrometeorologi.

"Kami mengimbau masyarakat sekitarnya tidak melakukan perjalanan di malam hari, khususnya pada jalur-jalur pegunungan, karena tingkat kelembaban pada jalur pegunungan meninggal saat malam hari, sekaligus menghindari adanya tanah longsor," ujarnya.

Menurut pengamatan BMKG, katanya, masih tingginya intensitas hujan di provinsi ini dipengaruhi pertumbuhan siklon tropis di Utara Indonesia tepatnya di atas langit Filipina sehingga mempengaruhi laju pergerakan masa udara.

Pergerakan masa udara yang lambat di atas langit Sulawesi Tengah cepat membentuk gumpalan awan hujan, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan intensitas hujan.

"Masyarakat tidak perlu panik, secara manusiawi kewaspadaan itu tetap harus diutamakan," ucap Alim.

Ia mengemukakan di sisi lain iklim Sulawesi Tengah berbeda dengan iklim yang berada di daerah-daerah lain, di provinsi ini tidak memiliki batas jelas periode musim hujan dan kemarau atau daerah "non zom".

"Cuaca di Sulteng tidak konsisten, terkadang cuaca terik tiba-tiba mendung dan turun hujan dan hal itu lumrah terjadi," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.