Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikbudristek Danai 14.631 Proposal Penelitian

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Kemendikbudristek Danai 14.631 Proposal Penelitian Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat - M. Faiz.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mendanai 14.631 proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Jumlah tersebut terdiri dari 11.980 proposal penelitian dan 2.651 proposal pengabdian kepada masyarakat.

"Jumlah proposal tersebut belum termasuk proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang akan didanai pada tahap kedua dengan mekanisme melalui tahapan bimbingan teknis perbaikan proposal sebelum diseleksi kembali," ujar Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendikbudristek, M. Faiz, dalam acara Penandatanagan Kontrak Penelitian dan Pengembangan kepada Masyarakat, di Jakarta, Rabu (12/6).

Dia menjelaskan, jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun ini meningkat pesat. Jumlah proposal riset yang didanai tercatat 8.343 proposal dengan perincian 6.441 proposal penelitian dan 1902 proposal pengabdian kepada masyarakat.

Faiz menambahkan, setidaknya setengah dari jumlah perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi dalam program ini. Sedangkan untuk partisipasi dosen, setidaknya sepertiga dosen di Indonesia berpartisipasi dalam pengajuan proposal. "Jumlah proposal riset yang akan didanai tahun ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2023," jelasnya.

Dia meminta, penerima pendanaan untuk senantiasa menjaga kualitas riset dan luarannya sesuai dengan apa yang telah dijanjikan di proposal.

Selain itu, kampus-kampus dengan klaster mandiri berperan aktif melakukan monitoring dan pendampingan dalam program riset dan pengabdian kepada masyarakat.

"Kita harus memastikan kualitas riset harus sesuai dengan proposal yang diajukan. Apabila hasil yang dijanjikan tidak sesuai berarti kita berhutang terhadap dana yang diberikan oleh negara," ucapnya.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Luthfi Ilham Ramdhani menjelaskan perubahan tahapan pencairan dana program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun anggaran 2024 dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Pada tahun 2024, pencairan dana riset dan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam dua termin. "Pada termin I akan dilakukan pencairan dana sebesar 80 persen, sedangkan untuk termin II dilakukan pencairan dana sebesar 20 persen," katanya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
PLN Sukses Amankan Pasokan ...
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.