Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gara-gara Me-review Tomat Kalengan Wanita Nigeria Ini Masuk Penjara

📅 Kamis, 13 Jun 2024, 07:09 WIB | Oleh:

"Saya tidak pergi ke gereja lagi, saya melakukan gereja saya secara online," katanya.

"Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan jenis kehidupan yang saya jalani saat ini, namun hal inilah yang membuat saya berubah."

Pada tanggal 9 Januari, polisi mencoba menangkapnya kembali meskipun ada perintah penahanan dari pengadilan. Mereka menuduhnya melanggar jaminan, dan tetap berada di depan pintu selama beberapa jam sampai akhirnya pergi setelah dia mengunci diri dan mengatakan dia tidak akan menemui mereka sampai pengacaranya tiba.

Tidak ada negara untuk jurnalis

Kasus Okoli telah memicu protes dari masyarakat Nigeria dan kelompok hak asasi manusia yang menyatakan keprihatinan atas penangkapan tersebut terhadap kebebasan berpendapat. Sementara itu, jurnalis yang mencoba mengungkap kesalahan juga menjadi korban hukum.

Pada tanggal 1 Mei, jurnalis Daniel Ojukwu sedang berjalan melalui Herbert Macaulay Way di pinggiran kota Yaba, Lagos, ketika sekitar pukul 1 siang, sebuah tim yang terdiri dari lima petugas polisi berpakaian preman menghentikannya.

Salah satu dari mereka memegang pinggangnya dan satu lagi mengacungkan AK-47 di depannya, katanya. Dia meminta untuk melihat surat perintah tetapi mereka menunjukkan kepadanya surat perintah yang dikeluarkan untuk nama yang salah.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya ingin menelepon agar seseorang mengetahui keberadaan saya, tetapi mereka mengatakan tidak. Ketika saya bersikeras untuk menelepon, mereka membungkukkan saya, memborgol saya dan melemparkan saya ke dalam van," kata Ojukwu kepada Al Jazeera.

"Mereka mengosongkan saku saya, mengambil semua milik saya."

Mereka membawanya ke kantor polisi Panti dan hanya memberi tahu dia bahwa dia telah melakukan pelanggaran dunia maya. Mereka kemudian mengurungnya bersama lebih dari 30 orang beberapa di antaranya diduga pembunuh dan disuruh tidur di lantai yang keras, katanya.

Keluarganya mengetahui di mana dia ditahan tiga hari kemudian. Pada hari keempat, dia diterbangkan ke Abuja setelah tersiar kabar bahwa jurnalis lain berencana datang untuk melakukan protes di stasiun tersebut.

Sepuluh hari setelah penangkapannya di Lagos, dia dibebaskan setelah memenuhi persyaratan jaminan. Dia yakin dia ditangkap karena mengungkap dugaan praktik korupsi yang dilakukan oleh mantan penasihat pemerintah.

Namun polisi bersikeras bahwa penangkapannya terkait dengan penyelidikan atas aktivitas keuangan daringnya, mereka belum merinci tuduhan terhadapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.