Benny Susetyo: Pancasila Jati Diri Bangsa sebagai Bekal Menuju Masa Depan Indonesia yang Sejahtera dan Beretika
📅 Kamis, 13 Jun 2024, 23:00 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto
Doc: istimewa
MALANG - Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Malang Raya menggelar simposium kebangsaan dan sosialisasi 4 Pilar yang bertajuk Menggali Kembali Pancasila Kita.
Menurut siaran persnya yang diterima Koran Jakarta, Kamis (13/6), simposium yang dilaksanakan di Malang ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga aktivis masyarakat untuk mengingatkan kembali bahwa Pancasila bukan sekadar simbol atau dokumen sejarah.
Pancasila adalah jantung dari identitas Indonesia sebagai bangsa. Di tengah tantangan globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, pemahaman yang kokoh tentang Pancasila sangat diperlukan untuk menjaga integritas dan kesatuan bangsa.
Oleh karena hal tersebut, acara ini bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda serta memperkuat semangat kebangsaan di tengah arus globalisasi dan dinamika zaman. Simposium ini menghadirkan Antonius Benny Susetyo, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebagai pembicara.
Benny Susetyo mengawali sesi dengan paparan mendalam mengenai sejarah penggalian nilai-nilai kehidupan dan budaya bangsa Indonesia yang terwujud dalam Pancasila.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengungkapkan proses penggalian nilai-nilai ini bukanlah sesuatu yang instan, melainkan melalui refleksi panjang terhadap keberagaman budaya dan kearifan lokal yang ada di Indonesia.
"Pancasila lahir dari pemikiran mendalam para founding fathers kita yang mencoba menggali budaya dan nilai yang ada di Nusantara. Dengan demikian, Pancasila adalah hasil dari proses kristalisasi nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat Indonesia," jelas Benny.
Benny menambahkan Pancasila sebagai ideologi negara pertama kali diperkenalkan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mencerminkan semangat gotong royong, toleransi, dan kebersamaan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pancasila telah teruji menghadapi berbagai ancaman baik dari luar maupun dari dalam negeri. Ia mengungkapkan sepanjang sejarah, Pancasila telah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ancaman ideologi asing hingga upaya memecah belah kesatuan bangsa.
Benny mencontohkan, pada masa Orde Lama dan Orde Baru, Indonesia menghadapi ancaman ideologi barat dan timur yang mencoba mempengaruhi arah kebijakan negara. Namun, berkat keteguhan dalam mempertahankan Pancasila, bangsa ini mampu melewati masa-masa sulit tersebut dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan.
Dia juga menyinggung ancaman kontemporer seperti hilangnya etika dalam berkehidupan dalam masyarakat, selain ancaman yang lain seperti radikalisme dan terorisme. Ancaman-ancaman tersebut kerap tidak hanya mencoba merongrong ideologi negara namun juga nilai-nilai berkehidupan yang merupakan jiwa pancasila.
Menurutnya, Pancasila menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman-ancaman ini karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mampu menyatakan kebenaran yang benar-benar kebenaran, bukan sekadar kompromi sosial dan politik. Pancasila juga mampu menyatukan berbagai perbedaan dan mendorong toleransi serta perdamaian.
Karena hal di atas, Benny menegaskan Pancasila tidak hanya relevan untuk masa lalu dan masa kini, tetapi juga sangat penting sebagai bekal utama bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman di masa depan.
Ia menekankan tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial-ekonomi memerlukan landasan ideologi yang kuat dan adaptif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!