Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Minum Obat Flu Bisa Bikin Tes Narkoba Positif, Begini Penjelasannya

📅 Selasa, 11 Jun 2024, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Waktu yang tepat untuk tes

Lalu, kapan waktu yang aman untuk melakukan pengujian narkoba di laboratorium setelah meminum obat flu yang mengandung prekursor?

Hal ini tergantung seberapa cepat obat dapat dikeluarkan dari dalam tubuh.

Misalnya pseudoefedrin membutuhkan waktu selama 2-3 hari agar 95% obat dapat dikeluarkan dari dalam tubuh; sementara phenylephrine dan phenylpropanolamine membutuhkan waktu yang lebih singkat yaitu sekitar 1 - 2 hari. Secara umum, tes yang dilakukan minimal seminggu setelah konsumsi obat sudah dapat menunjukkan hasil yang terpercaya.

Konsumsi obat flu secara aman

Konsumsi obat flu yang mengandung pseudoephedrine, phenylpropanolamine,atau phenylephrine mungkin susah dihindari. Namun, terdapat beberapa panduan agar aman mengonsumsinya:

1. Konsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter atau apoteker,

2. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan,

3. Berikan informasi lengkap kepada dokter atau apoteker tentang obat-obatan lain yang sedang dikonsumsi, termasuk obat flu yang dijual bebas di pasaran,

4. Jika akan menjalani tes narkoba, informasikan kepada dokter atau petugas tes tentang obat flu yang sedang atau baru saja dikonsumsi, termasuk waktu konsumsinya.

Penggunaan obat flu yang mengandung prekursor umumnya aman jika dikonsumsi sesuai anjuran. Namun, untuk mencegah penyalahgunaan dan produksi narkoba menggunakan prekursor, penjualan obat yang mengandung prekursor, termasuk obat flu yang mengandung pseudoephedrine, phenylpropanolamine, atau phenylephrine perlu diatur dan dibatasi di Indonesia.

Penjualan prekursor sebaiknya hanya diperbolehkan di instalasi farmasi rumah sakit, apotek, dan toko obat berizin sebagaimana disampaikan dalam peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) No 40 tahun 2013. Pembeliannya pun dibatasi serta penjualannya harus dicatat dan dilaporkan dengan format tertentu.

Kasus istri Bintang Emon menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dalam mengonsumsi obat dan memberikan informasi yang lengkap kepada tenaga medis, terutama saat melakukan tes. Dengan memahami fakta dan mengikuti panduan yang aman, kita dapat menjaga kesehatan diri sekaligus menghindari hasil tes narkoba positif palsu.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.