Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Petakan 43 Area Penting Ikan Hiu dan Pari di Indonesia

📅 Minggu, 09 Jun 2024, 14:38 WIB | Oleh: Tim Penulis

Lebih lanjut Fahmi memandang penetapan 43 daerah penting hiu dan pari di Indonesia masih belum mencukupi, karena baru mewakili sebagai kecil spesies hiu dan pari yang terancam punah di Indonesia.

Menurutnya, masih banyak jenis-jenis hiu dan pari Indonesia baik yang endemik maupun yang sangat terancam kepunahan, namun belum teridentifikasi dan terpetakan habitat penting tersebut.


"Perlu peran serta semua pihak untuk turut berkontribusi mempelajari dan mengidentifikasi habitat penting bagi jenis-jenis (hiu dan pari) melalui kajian-kajian dilakukan di seluruh wilayah perairan Indonesia," kataFahmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.