Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Petakan 43 Area Penting Ikan Hiu dan Pari di Indonesia

📅 Minggu, 09 Jun 2024, 14:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ilmuwan Petakan 43 Area Penting Ikan Hiu dan Pari di Indonesia Doc: ANTARA/HO-Konservasi Indonesia
Ket. Agregasi hiu paus yang mencari makan di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat.

SORONG - Para ilmuwan memetakan area penting hiu dan pari di Indonesia untuk menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam tindakan konservasi dan pengelolaan pada masa depan.

Manajer Konservasi Spesies dari Konservasi Indonesia Iqbal Herwata mengatakan dari 122 area penting hiu dan pari di regional Asia, sebanyak 35 persen atau 43 area berada di wilayah Indonesia.

"Area-area itu merupakan koridor dari pergerakan populasi hiu paus yang berasal dari Teluk Saleh dan Teluk Cenderawasih," kata Iqbal dalam keterangan di Sorong, Sabtu (7/6).

Lembaga International Union for Conservation of Nature (IUCN) meluncurkan upaya baru yang dinamai Important Shark and Roy Area (ISRA) atau area penting hiu dan pari.

Area penting hewan Chondrichthyes itu untuk mengidentifikasi habitat kritis bagi hiu dan pari. ISRA didefinisikan sebagai kawasan yang menjadi kunci siklus hidupnya dan memiliki potensi untuk dipetakan dan dikelola untuk konservasi.

Iqbal berharap pemetaan area penting tersebut dapat mengurangi informasi ancaman kepunahan spesies hiu dan dan pari.

"Langkah-langkah mendesak seperti pembatasan penangkapan ikan, kawasan perlindungan laut, dan penurunan angka kematian terkait penangkapan ikan diperlukan untuk mencegah kepunahan lebih lanjut dan menjamin keberlanjutan ekosistem laut," ujarnya.

Riset menemukan perairan Raja Ampat di Papua Barat Daya sebagai salah satu area penting untuk reproduksi, wilayah makan, koridor pergerakan, hingga agregasi spesies hiu, pari, dan Chimaera.

Wakil Direktur Program Kelautan Conservation International untuk wilayah Asia-PasifikMark Erdmannmenyatakan kawasan Raja Ampat merupakan area penting hiu dan pari paling menarik di Indonesia dari puluhan kawasan penting lainnya.

Raja Ampat memiliki beberapa kawasan penting bagi spesies hiu dan pari, seperti tempat reproduksi, daerah mencari makan, koridor pergerakan, dan agregasi.

Menurut Mark, Raja Ampat adalah salah satu dari sedikit kawasan di Asia (3 dari 5 ISRA) dengan keanekaragaman jenis hiu dan pari yang tinggi sesuai kriteria ISRA.

Peneliti Pusat Riset Aseanografi BRINFahmi mengungkapkan deliniasi area penting hiu dan pari adalah langkah yang sangat maju untuk meningkatkan upayaarea based managementyang secara khusus menyasar habitat-habitat penting spesies hiu dan pari.

ISRA diharapkan dapat dipertimbangkan dalam mengoptimalkan peran kawasan konservasi yang sudah ada yang berfokus habitat penting spesies maupun dalam pencanangan pengembangan konservasi baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.