Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Ilmuwan Tiongkok Rancang Kulit Elektronik 3D 'Bio-Inspired'

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 18:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tim Ilmuwan Tiongkok Rancang Kulit Elektronik 3D 'Bio-Inspired' Doc: Antara/Xinhua/Universitas Tsinghua

BEIJING - Sebuah tim ilmuwan Tiongkok berhasil menciptakan kulit elektronik (e-skin) pertama di dunia yang terinspirasi oleh alam (bio-inspired) dengan struktur tiga dimensi (3D) dan meniru tiga sinyal mekanis yang ditemukan pada kulit manusia.

Melalui distribusi 3D-nya yang rumit, reseptor sensoris pada kulit manusia secara mahir merasakan kekuatan dan tekanan eksternal. Dengan meniru distribusi spasial ini, para peneliti dari Universitas Tsinghua mengembangkan kulit elektronik yang meniru struktur kulit manusia, yang memiliki "epidermis", "dermis", dan "jaringan subkutan".

Menurut penelitian yang baru diterbitkan dalam jurnal Science itu, kulit elektronik tersebut mampu melakukan penguraian kode dan persepsi secara simultan terhadap tiga sinyal mekanis, yakni tekanan, gesekan, serta regangan, pada tingkat fisik.

"Sepotong kulit elektronik, yang ukurannya setara dengan ujung jari telunjuk, dilengkapi dengan 240 sensor logam, masing-masing berukuran antara 200 hingga 300 mikrometer," kata Zhang Yihui, penulis korespondensi dalam riset ini.

"Susunan spasial mereka sangat mirip dengan distribusi sel reseptor taktil di dalam kulit manusia," imbuh Zhang.

Sensor tersebut mengumpulkan sinyal yang diproses secara cermat dan kemudian disempurnakan melalui algoritma pembelajaran dalam (deep learning), sehingga memungkinkan kulit biomimetik dapat membedakan tekstur dan kontur objek dengan presisi yang luar biasa.

Kulit biomimetik ini menunjukkan resolusi persepsi posisi tekanan yang luar biasa sekitar 0,1 milimeter, menyaingi sensitivitas kulit manusia asli, ungkap penelitian tersebut.

E-skin ini memiliki potensi untuk diintegrasikan ke ujung jari robot medis untuk diagnosis dan intervensi tahap awal yang teliti. Kulit elektronik tersebut juga dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk memberikan pemantauan metrik kesehatan vital secara real-time, termasuk saturasi oksigen darah dan detak jantung, tutur Zhang. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.