Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu AS dan Sekjen PBB Bahas Gencatan Senjata di Gaza

📅 Kamis, 06 Jun 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Menlu AS dan Sekjen PBB Bahas Gencatan Senjata di Gaza Doc: AFP/ANGELA WEISS
Ket. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres (kanan), beberapa waktu lalu.

WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, pada Selasa (4/6), mendiskusikan usulan gencatan senjata di Gaza.

Dalam pertemuan mereka di Washington DC, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan Blinken berterima kasih kepada Guterres atas dukungan terhadap usulan untuk mencapai gencatan senjata komprehensif di Gaza.

Seperti dikutip dari Antara, usulan yang didukung secara terbuka oleh Sekjen PBB itu juga menyangkut upaya untuk menjamin pembebasan seluruh sandera serta mengakhiri krisis di daerah kantong yang terkepung tersebut.

"Sekjen menekankan pentingnya Dewan Keamanan untuk dengan lantang menyerukan pemberlakuan kesepakatan ini tanpa penundaan," kata Deplu dalam sebuah pernyataan.

Kedua pejabat, menurut Deplu AS, menggarisbawahi pentingnya memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat di Gaza dan mendukung upaya PBB untuk memberikan bantuan darurat yang dapat menyelamatkan kelangsungan hidup warga.

Selain itu, kerja sama AS dengan PBB untuk mendukung upaya Ukraina menuju perdamaian yang komprehensif, adil dan langgeng serta konflik di Sudan juga dibahas dalam pertemuan keduanya.

AS, pada Senin (3/6), mendesak Dewan Keamanan PBB mendukung rencana tiga tahap yang diumumkan Presiden Joe Biden untuk mengakhiri perang di Gaza, membebaskan semua sandera, dan mengirim bantuan ke Jalur Gaza.

Rancangan Resolusi

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mengatakan AS sudah mengedarkan rancangan resolusi kepada para anggota Dewan Keamanan untuk mendukung proposal itu, yang ditujukan untuk mengakhiri konflik.

Israel terus melanjutkan serangan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober tahu lalu. Serangan terus dilancarkan Israel meski resolusi Dewan Keamanan PBB menuntut gencatan senjata segera diwujudkan.

Hampir delapan bulan setelah perang dilancarkan oleh Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan akses makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Uni Eropa (UE) mendesak Israel dan Hamas untuk menerima proposal gencatan senjata di Gaza yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

"Uni Eropa mendukung penuh peta jalan komprehensif yang disampaikan Presiden Biden yang akan mengarah pada gencatan senjata abadi di Gaza, pembebasan semua sandera dan gelombang bantuan kemanusiaan ke Gaza," kata Uni Eropa seperti dilaporkan Anadolu, Rabu.

UE menyoroti situasi kemanusiaan yang sangat buruk di Gaza, dengan menekankan bahwa sudah terlalu banyak nyawa warga sipil yang hilang. Karena itu, ujar UE, melalui pernyataan, gencatan senjata yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjamin perlindungan warga sipil dan pembebasan semua sandera tanpa syarat perlu dilakukan segera.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

42 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...
Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.