Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ruang Gerak Fiskal Makin Sempit

📅 Rabu, 05 Jun 2024, 08:09 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ruang Gerak Fiskal Makin Sempit Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah melemparkan wacana memangkas subsidi energi tahun depan guna menjaga stabilitas anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Namun, rencana tersebut diyakini bakal mengerek inflasi dan menggerus daya beli masyarakat.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, menyoroti kondisi fiskal tahun depan yang makin sempit, apalagi dengan adanya program makan siang gratis yang menelan biaya sekitar 460 triliun rupiah. Meskipun Presiden terpilih mengubahnya menjadi program makan bergizi gratis, namun tetap saja banyak anggaran yang tersedot untuk program ini.

"Yang pasti inflasi siap tak terhindarkan. Semestinya pemerintah mendorong efisiensi, fokus kerjakan program-program prioritas," tegas Esther, di Jakarta, Selasa (4/6), merespons potensi pemangkasan subsidi energi pada 2025.

Esther berharap pemerintah ke depan lebih efisien dan fokus memastikan terpenuhinya permintaan masyarakat melalui ketersediaan barang di pasar, lalu mendorong kelancaran distribusi.

"Pemerintah harus fokus kendalikan harga barang penyebab inflasi seperti bahan bakar minyak (BBM), harga beras, minyak goreng, dan harga bahan pangan lainnya," tandas Esther.

Secara terpisah, Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menyebut wacana pemerintah yang akan memangkas subsidi bahan bakar minyak (BBM) pada 2025 masih perlu pertimbangan.

"Soal harga BBM tiga aspek harus kita perhatikan. Pertama, adalah kemampuan atau daya beli masyarakat. Kedua, adalah kemampuan keuangan negara, dan ketiga, jangan salah, kemampuan juga BUMN yang mendapat penugasan," ungkapnya.

Meskipun demikian, kondisi membengkaknya subsidi energi imbas naiknya harga minyak mentah dunia dan ambruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, tak serta merta membuat pemerintah langsung mengambil kebijakan tak populis, seperti menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,388. Angka ini meningkat 0,007 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2022 yang sebesar 0,381 dan meningkat 0,004 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2022 yang sebesar 0,384.

"Jika harus menaikkan harga BBM maka konsekuensinya adalah terjadinya kenaikan inflasi. Selanjutnya berkonsekuensi dengan kemiskinan yang akan naik," ungkap Sugeng.

APBN Transisi

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan tanggapan pemerintah terhadap pandangan Fraksi terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2025. Menkeu menyebutkan APBN 2025 adalah APBN transisi untuk dilaksanakan oleh pemerintah baru.

"Mengingat APBN 2025 adalah APBN transisi untuk dilaksanakan oleh pemerintah yang akan datang, KEM PPKF 2025 juga dirancang agar tetap dapat menjaga kesinambungan agenda pembangunan nasional, terutama dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045," ujar Menkeu dalam Rapat Paripurna DPR RI yang diselenggarakan, Selasa (4/6) di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu menyampaikan APBN 2025 akan menjadi fondasi yang kuat untuk menopang agenda pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menargetkan pertumbuhan PDB secara agregat pada 2025 berada di level 5,1 persen - 5,5 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.